Buku Restoratif Justice Dibedah


Hari Selasa tanggal  13 Desember 2016 merupakan hari bahagia bagi diriku. Karya sederhanaku yang berjudul "Restorative Justice : Pergeseran Orientasi Keadilan dalam Penanganan Kasus Anak" mendapat apresiasi dari Pemerintah Aceh dalam hal ini Biro Tata Pemerintahan Sekda Aceh. Biro Organisasi Sekda Aceh bersedia memberikan fasilitas untuk membedah buku ini. Acara bedah buku dilaksanakan di Hotel Kuala Radja Kota Banda Aceh. Pembedah dihadirkan tiga orang yang terdiri dari kalangan Akademisi dan Praktisi Anak, yaitu: Prof. Dr. A. Hamid Sarong, SH.,MH (Guru Besar UIN Ar-Raniry B. Aceh), Riza Nizarli, SH.,MH (Dekan Fakultas Hukum UNMUHA dan Ketua Organisasi Bantuan Hukum (OBH) Restoratif Justice Working Group (RJWG) dan M. Ridha, MA (Praktisi Anak dari Kantor Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh. Acara yang berlangsung selama 4 jam dipandu oleh Firdaus D. Nyak Din yang merupakan pemerhati Anak Aceh.
Buku itu berawal dari Tesis pada saat menyelesaikan Studi di Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Judul Tesisnya adalah "Pelaksanaan Diversi Terhadap Anak Berhadapan dengan Huku Berdasarkan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2008 tentang Perlindungan Anak". Sebelum menjadi buku, saya cetak seukuran buku dengan menggunakan format Tesis untuk diserahkan kepada Donatur Beasiswa Pendidikan, Qatar Charity. Penyerahan ini wajib dilakukan bagi mahasiswa dan siswa/siswi yang menerima bantuan dari Qatar Charity. Hal yang sama saya lakukan karena Qatar Charity memiliki jasa yang paling berharga buat saya yang telah memfasilitasi biaya pendidikan selama studi di Program Strata Satu (S1) di Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Ar-Raniry B. Aceh hingga pada Strata Dua (S2) di Program Studi Magister Ilmu Hukum Unsyiah. Selain menyerahkan satu eks tesis, saya menyerahkan satu jurnal yang di dalamnya terdapat dua artikel yang satu tulis di Jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Anak UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 
Ternyata buku sederhana yang masih menggunakan format Tesis dipublish melalui Media Sosial  Facebook Milik Pak Ahmad Arif (salah seorang pengurus Kantor Qatar Charity Aceh). Banyak orang yang berkomentar terhadap postingan itu. Termasuk dari unsur pemerintah Aceh yang tertarik untuk mendalami content buku menawarkan supaya buku dibedah. Saya merasa bahagia sekali mendapatkan tawaran seperti itu. Mungkin ini merupakan sebuah rezeki dari yang maha kuasa. Saya tidak menyangka ada tawaran demikian. Alhamdulillah saya menerima tawaran tersebut dan bersedia karya kecil saya dibedah.
Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan manakala sebuah buku dibedah. Dalam acara bedah selain adanya pembedah, turut diundang para audiens yang berasal dari berbagai kalangan yang tentunya memiliki pengetahuan, pemahaman dan pengalaman di bidangnya masing-masing. Berbeda-beda orang yang hadir, pandangan dan pendapat serta sudut pandang yang mereka gunakan berbeda-beda. Semua respon an saran dan masukan-masukan yang bersifat konstruktif dapat digunakan sebagai penyempurnaan buku sehingga dikonsumsi oleh umum. Peserta bedah buku yang dihadirkan terdiri dari unsur Dinas Sosial, Akademisi, LSM, Dinas Syariat Islam, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan, Badan Pembinaan Dayah, Majlis Adat Aceh, Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh dan Unsur di lingkungan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA).
Dari pengalaman bedah buku yang saya diterima, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada kompasianer. Pertama, dalam membuat penelitian atau menulis sebuah buku haruslah diambil topic yang actual. Sebuah topic yang akan diangkat menjadi judul penelitian haruslah yang benar-benar baru dan layak diteliti. Hasil yang dicapai juga akan lebih bermakna dan menutupi kekurangan-kekurangan yang ada.
Kedua, gunakan bahasa yang sederhana supaya mudah dipahami. Orang yang membaca buku kita bukan hanya kalangan intelek, akan tetapi kalangan awam juga akan membaca karya kita. jika kita menggunakan bahasa ilmiah yang banyak tanpa mendefinisikannya kembali akan mengakibatkan orang yang membacanya menjadi bingung.
Ketiga, Tema yang disajikan menjawab persoalan-persoalan yang diinginkan oleh masyarakat. terkadang bagi mahasiswa semester akhir menuliskan sebuah skripsi atau tesis hanya sekedar jadi. Hanya untuk memenuhi syarat formalitas kelulusan studi. Kualitas dan nilai manfaatnya diabaikan. Hal ini sebenarnya harus dihindari dari mahasiswa. Karena melalui perguruan tinggi inilah diharapkan berkontribusi dalam membangun negeri berdasarkan penelitian-penelitian yang actual dan berdaya guna bagi masyarakat dalam menunjang pembangunan.




Komentar

  1. selamat pagi, saya salah satu mahasiswi fakultas hukum ingin bertsanya kepada bapak , tentang distem kewarisan di turki, mengenai :
    1. uu yang dipakai turki dalam sistem kewarisan itu apa?
    2. sistem waris di turki menggunakan sistem waris barat atau islam?mohon dijelaskan
    3. bagaimana oembagian harta warisannya?
    4. apakah di turki mengenal sistem legitime portie?
    5. bagaimana saya bisa mendapatkan uu yang dipakai turki dalam sistem kewarisan?

    BalasHapus

Posting Komentar