Jumat, 30 Desember 2011

ibuku tuhanku

Ibuku. Tuhanku

T
ulisan ini merupakan suatu kisah pengalaman hidupku yang kualami yang penuh dengan lika-liku penghidupan penderitaan untuk mencapai kesuksesanku seperti sekarang ini. Semenjak aku berumur 7 tahun sang ayah meninggalkan kami, untuk kembali menghadap Ilahi dan meninggalkan aku bersama ibundaku tercinta. Namun demikian aku tetap bersemangat menjalani hidupku meskipun tanpa seorang ayah. Ibulah yang selalu setia memberi semangat dan motifasi hidup kepadaku untuk menjalani perjalanan hidup ini.
Ketika ayahku meninggal umurku masih 7 tahun dan adik perempuanku Nurzainia yang berumur 3 tahun. Aku masih duduk di kelas 2 SD dan adik perempuanku belum sekolah. Ibu dan adik perempuanku inilah yang memberi semangat kepada agar aku tetap sekolah. Aku tak peduli apa kata teman sekolahku, meskipun mereka mengejek dan menghina aku aku tetap semangat untuk sekolah. Aku hanya punya satu baju dan celana satu yang ayah belikan pada waktu aku masih duduk di kelas 1 SD. Baju itulah yang aku pakai tiap hari untuk sekolah, meskipun kawan-kawan mencemoohkan dengan baju itu.
Aku ingat sekali nasehat-nasehat yang ibuku berikan, bahwa kita tidak boleh menyakitin hati orang meskipun orang tersebut selalu menyakiti kita, dan kita harus sabar terhadap cemoohan orang lain, dan ibuku juga bilang jangan lupa belajar dengan sungguh dan jangan lupa berdo’a kepada Allah karena Allah selalu bersama kita, jangan lupa mengingat Allah dan senantiasa akan selalu mengingat kepada kita. Nasehat-nasehat itulah yang setiap hari ibuku sampaikan kepada aku, dan akupun dengan senang hati menerima dan menjalankannya. Aku tidak peduli lagi dengan ejekan dan hinaan dari kawan-kawan aku.
Ketika menjelang ujian akhir semester tiba aku dengan rajin dan sungguh-sungguh untuk belajar dan membaca secara terus menerus tanpa mengenal kata-kata lelah. Aku sangat ingat dengan pesan-pesan yang ibuku sampaikan dan pesan itu aku simpan dalam lubuk hati yang paling dalam.
Ketika hari pertama ujian aku dengan segera mengisi dan menjawab semua soal yang telah di berikan oleh ibu guru. Tanpa melihat kiri kanan dalam jangka waktu 30 menit semua soal terjawab semua. Ibu guru jadi nyegir ketika melihat aku adalah murid yang pertama siap menyelesaikan semua dalam jangka waktu yang amat singkat. Ujian-ujian hari berikutnya aku jalani sama dengan hari pertama.
Finalpun berakhir dan nilai-nilai sudah keluar semua. Alhamdulillah aku dapat peringkat PERTAMA dengan berkat nasehat dan kesungguhanku dalam belajar. Meskipun demikian aku tetap rajin membaca dan mengulang pelajaran-pelajaran yang telah ibu guru berikan. Aku tetap semangat dan selalu ceria dalam menjalani hidup ini dengan kesungguhan dan selalu berdoa kepada Allah agar Allah selalu memberi berkah kepadaku.
Selamat tinggal kelas 2 dan selamat datang kelas tiga. Akupun sekarang sudah duduk dikelas tiga dan bertemu dengan guru-guru baru yang manis dan akupun ceria ketika tatap muka pertama kali dengan mereka. Ketika tatap muka dan pertemuan pertama mereka sangat senang dengan aku dan akupun sangat senang sama mereka. Mereka selalu menasehati dan memberi motifasi-motifasi yang berguna kepada aku dan selalu menceritakan kisah-kisah sukses kepadaku.
Ketika aku sudah berada di kelas 3 dan ibuku mendaftarkan adik perempuanku Nurzainia kesekolah yang terfavorit, namun apalah daya biaya kehidupan selalu menjuadi hambatan untuk memenuhi keinginan adikku, ku sadar ini menjadi tanggungjawabku untuk memenuhi keinginan adikku ini, namun sekali lagi apalah daya, tangan tak sampai untuk menggapainya maklumlah aku sendiri belum bisa untuk mencari uang sendiri, namun ibuku tetap bisa memberikan semangat juang yang besar untuk mewujudkan impiaan anak-anaknya, seperti kata ibuku “nak, mungkin kali ini kamu tidak dapat melanjutkan sekolahmu di tempat terfaforit, namun besok belum tentu, karena apa yang kita usakan itulah yang kita dapatkan”.
Kepahitan-demi kepahitan dan kesedihan demi kesediihan yang aku lalui waktu aku masih SD tidak membuat aku putus asa. Aku tetap semangat untuk mendaki gunung kesuksesan meskipuan ribuan rintangan dan halangan yang ada didepan, aku akan tetap tempuh dengan semangat perjuangan untuk mencapai impian. Aku teringat dengan pepatah yang diberikan waktu aku masih kelas 2 oleh guruku “where there is a will there is a way” yang artinya dimana ada kemauan pasti ada jalan. Guruku juga pernah menerangkan satu hadits kepada aku yang bunyinya “MAN JADDA WAJADA” yang artinya siapa yang bersungguh pasti akan mendapat segala sesuatu yang diinginkan. Meskipun lautan yang begitu luas dengan keinginan dan kesungguhan yang kita miliki pasti semuanya akan tercapai.
Semangat itulah yang aku tanam didalam hatiku dan selalu membuat aku jadi tetap semangat dan sungguh-sungguh , dan tidak lupa meminta ridha dan doa dari orang tua. Akkhirnya aku mampu menamatkan SD dengan peringkat yang sangat sempurna dan dapat membanggakan orang tua.
Setelah aku menamatkan SD aku ditimpa lagi musibah yang besar yaitu meninggalnya ibunda tercinta, namun hal tersebut tidak menyuruti langkahku untuk mewujudkan cita-cita kami. Namun dibalik kejadiaan tersebut, aku diterima di sekolah terfaforit di SMP 1 sedangkan adik ku mendapatkan beasiswa penuh untuk menyelesaikan pendidikan SD nya. Setelah beberapa waktu berlalu aku terpilih sebagai utusan dari tempat belajarku untuk mengikuti lomba cerdas cermat di bidang IPA.
Dari perlombaan tersebut aku mendapatkan juara peringkat pertama sekaligus mendapatkan beasiswa untuk SPPku disetiap bulannya. Dari sekolah tersebut aku mendapatkan kawan-kawan yang setia dan penuh dengan pengorbanan terhadap segala sesuatu, sekilas aku teringat dengan pesan ibu yaitu, kamu harus mencari teman sebanyak-banyaknya baik itu cewek maupun cowok, tapi kamu harus lihat dulu karakter dari dari kawan tersebut. Kamu harus pelajari tingkah laku dan pergaulannya agar kamu tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat dan harus melihat latar belakangnya. Ini untuk menghindari hal-hal yang bisa menyakitkan hati diri kita sendiri, terima kasih ibu atas nasehat mu ini.
Akhirnya pada tahun selanjutnya aku mampu menamatkan kuliahku di fakultas tehnik dengan nilai cumloud dan istemewa. Ini merupakan hasil jerih payah yang telah aku lakukan selama dalam masa perkuliahan. Dan akhirnya aku dipilih untuk dijadikan sebagai karyawan di kantor PT.DUNIA KONTRAKTOR. Aku ditempatkan sebagai pengawas proyek-proyek dari kantor itu.
Setelah aku menerima juara dan mendapat beasiswa untuk SPP tiap bulan aku serasa semakin dekat lagi kepada Allah dan selalu mengingat atas nasehat-nasehat yang ibu berikan kepadaku. Aku selalu mendo’akannya agar diaditempatkan oleh Allah ditempat orag-orang yang beriman dan member perlindungan kepadanya.
Terima kasih ibu yang telah membesarkan aku dari aku masih berumur 7 tahun tanpa seorang ayah dan member nasehati-nasehat yang dapat mengantarkan aku kepada masa depan yang lebih cerah seperti sekarang ini. Kenyataan ini yang telah aku wujudkan merupakan hasil susah payah, motivasi-motivasi yang telah ibu berikan kepada aku dan nasehat-nasehat keagamaan yang telah engkau berikan kepadaku. Hanya Allah lah yang sanggup membalas kebaikanmu, dan pengorbanan-pengorbanan yang telah engkau berikan.karena.
Sekarang kami hanya tinggal berdua didunia ini bersama adikku tercinta nurzainia. Kami berdua sungguh tidak sanggup membalas jasa-jasa yang telah ibu berikan kepada kami. Kami hanya bisa mengirimkan do’a dalam setiap shalat kami.
Ya Allah berikanlah ketabahan kepada kami untuk menerima kenyataan ini
Ya Alllah tempatkanlah Dia bersama-sama dengan orang-orang yang engkau cintai
Lapangkanlah kubur Dia dan berikanlah lampu penerang kepada Dia dalam alam kubur
Terima lah semua amalan dia dan ampunilah segala dosa-dosa yang telah Dia lakukan


selamat hari ibu

Selasa, 27 Desember 2011

ayat-ayat hukum dalam al-quran

Klasifikasi ayat hukum dalam al-quran

Ayat hukum tentang perkawinan

Surat al-baqarah ayat 221

                               •     •      ••   
221. Dan janganlah kamu berkahwin Dengan perempuan-perempuan kafir musyrik sebelum mereka beriman (memeluk ugama Islam); dan Sesungguhnya seorang hamba perempuan Yang beriman itu lebih baik daripada perempuan kafir musyrik sekalipun keadaannya menarik hati kamu. dan janganlah kamu (kahwinkan perempuan-perempuan Islam) Dengan lelaki-lelaki kafir musyrik sebelum mereka beriman (memeluk ugama Islam) dan Sesungguhnya seorang hamba lelaki Yang beriman lebih baik daripada seorang lelaki musyrik, sekalipun keadaannya menarik hati kamu. (yang demikian ialah kerana orang-orang kafir itu mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke syurga dan memberi keampunan Dengan izinNya. dan Allah menjelaskan ayat-ayatNya (keterangan-keterangan hukumNya) kepada umat manusia, supaya mereka dapat mengambil pelajaran (daripadanya).

Surat al-baqarah ayat 230
                    •            
230. Sesudah (diceraikan dua kali), itu jika diceraikan pula (bagi kali Yang ketiga) maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sesudah itu, sehingga ia berkahwin Dengan suami Yang lain. setelah itu kalau ia diceraikan (oleh suami baharu itu dan habis idahnya), maka mereka berdua (suami lama dan bekas isterinya) tidaklah berdosa untuk kembali (maskahwin semula), jika mereka kuat menyangka akan dapat menegakkan aturan-aturan hukum Allah dan itulah aturan-aturan hukum Allah, diterangkanNya kepada kaum Yang (mahu) mengetahui dan memahaminya.

Surat al-baqarah ayat 232
                                    
232. Dan apabila kamu menceraikan isteri-isteri (kamu), lalu habis masa idah mereka ' maka janganlah kamu (Wahai wali-wali nikah) menahan mereka daripada berkahwin semula Dengan (bekas) suami mereka, apabila mereka (lelaki dan perempuan itu) bersetuju sesama sendiri Dengan cara Yang baik (yang dibenarkan oleh Syarak). Demikianlah diberi ingatan dan pengajaran Dengan itu kepada sesiapa di antara kamu Yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik bagi kamu dan lebih suci. dan (ingatlah), Allah mengetahui (akan apa jua Yang baik untuk kamu) sedang kamu tidak mengetahuinya.

Surat al-baqarah ayat 235
                          •            •         •    
235. Dan tidak ada salahnya bagi kamu tentang apa Yang kamu bayangkan (secara sindiran), untuk meminang perempuan (yang kematian suami dan masih Dalam idah), atau tentang kamu menyimpan Dalam hati (keinginan berkahwin Dengan mereka). Allah mengetahui Bahawa kamu akan menyebut-nyebut atau mengingati) mereka, (yang demikian itu tidaklah salah), akan tetapi janganlah kamu membuat janji Dengan mereka di Dalam sulit, selain dari menyebutkan kata-kata (secara sindiran) Yang sopan. dan janganlah kamu menetapkan Dengan bersungguh-sungguh (hendak melakukan) akad nikah sebelum habis idah Yang ditetapkan itu. dan ketahuilah Sesungguhnya Allah mengetahui apa Yang ada Dalam hati kamu, maka beringat-ingatlah kamu akan kemurkaanNya, dan ketahuilah, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyabar.

Surat an-nisa ayat 3-4
                                              
3. Dan jika kamu takut tidak berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim (apabila kamu berkahwin Dengan mereka), maka berkahwinlah Dengan sesiapa Yang kamu berkenan dari perempuan-perempuan (lain): dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu bimbang tidak akan berlaku adil (di antara isteri-isteri kamu) maka (berkahwinlah dengan) seorang sahaja, atau (pakailah) hamba-hamba perempuan Yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat (untuk mencegah) supaya kamu tidak melakukan kezaliman.
4. Dan berikanlah kepada perempuan-perempuan itu maskahwin-maskahwin mereka sebagai pemberian Yang wajib. kemudian jika mereka Dengan suka hatinya memberikan kepada kamu sebahagian dari maskahwinnya maka makanlah (gunakanlah) pemberian (yang halal) itu sebagai nikmat Yang lazat, lagi baik kesudahannya.

Surat an-nisa aya 22-25

                     •         •      •                                                    •  •                            •                •                                                       
22. Dan janganlah kamu berkahwin (dengan perempuan-perempuan) Yang telah diperisterikan oleh bapa kamu kecuali apa Yang telah berlaku pada masa Yang lalu. Sesungguhnya perbuatan itu adalah satu perkara Yang keji, dan dibenci (oleh Allah), serta menjadi seburuk-buruk jalan (yang dilalui Dalam perkahwinan).
23. Diharamkan kepada kamu berkahwin Dengan (perempuan-perempuan Yang berikut): ibu-ibu kamu, dan anak-anak kamu, dan saudara-saudara kamu, dan saudara-saudara bapa kamu, dan saudara-saudara ibu kamu dan anak-anak saudara kamu Yang lelaki, dan anak-anak saudara kamu Yang perempuan, dan ibu-ibu kamu Yang telah menyusukan kamu, dan saudara-saudara susuan kamu, dan ibu-ibu isteri kamu, dan anak-anak tiri Yang Dalam pemuliharaan kamu dari isteri-isteri Yang kamu telah campuri; tetapi kalau kamu belum campuri mereka (isteri kamu) itu (dan kamu telahpun menceraikan mereka), maka tiadalah salah kamu (berkahwin dengannya). dan (haram juga kamu berkahwin dengan) bekas isteri anak-anak kamu sendiri Yang berasal dari benih kamu. dan diharamkan kamu menghimpunkan dua beradik sekali (untuk menjadi isteri-isteri kamu), kecuali Yang telah berlaku pada masa Yang lalu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
24. Dan (diharamkan juga kamu berkahwin dengan) perempuan-perempuan isteri orang, kecuali hamba sahaya Yang kamu miliki. (Haramnya Segala Yang tersebut itu) ialah suatu ketetapan hukum Allah (yang diwajibkan) atas kamu. dan (sebaliknya) Dihalalkan bagi kamu perempuan-perempuan Yang lain daripada Yang tersebut itu, untuk kamu mencari (isteri) Dengan harta kamu secara bernikah, bukan secara berzina. kemudian mana-mana perempuan Yang kamu nikmati percampuran dengannya (setelah ia menjadi isteri kamu), maka berikanlah kepada mereka maskahwinnya (dengan sempurna), sebagai suatu ketetapan (yang Diwajibkan oleh Allah). dan tiadalah kamu berdosa mengenai sesuatu persetujuan Yang telah dicapai bersama oleh kamu (suami isteri), sesudah ditetapkan maskahwin itu (tentang cara dan kadar pembayarannya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
25. Dan sesiapa di antara kamu Yang tidak mempunyai kemampuan Yang cukup untuk berkahwin Dengan perempuan-perempuan Yang baik-baik (yang merdeka, Yang terpelihara kehormatannya) lagi beriman, maka bolehlah kamu berkahwin Dengan hamba-hamba perempuan Yang beriman Yang kamu miliki. dan Allah lebih mengetahui akan iman kamu; kamu masing-masing (suami Yang merdeka dan isteri dari hamba - abdi itu) adalah berasal sama (dari Adam, dan seugama pula). oleh itu berkahwinlah Dengan mereka Dengan izin walinya serta berikanlah maskahwinnya menurut Yang patut. mereka (hamba-hamba perempuan Yang akan dijadikan isteri, hendaklah) Yang sopan bukan perempuan-perempuan lacur, dan bukan pula Yang mengambil lelaki sebagai teman simpanan. kemudian setelah mereka (hamba-hamba perempuan itu) berkahwin, lalu mereka melakukan perbuatan keji (zina), maka mereka dikenakan separuh dari (hukuman) seksa Yang ditetapkan ke atas perempuan-perempuan Yang merdeka. (Hukum perkahwinan) Yang demikian (yang membolehkan seseorang berkahwin Dengan hamba-hamba perempuan) itu ialah bagi orang-orang Yang bimbang melakukan zina di antara kamu; dan sabarnya kamu (tidak berkahwin Dengan hamba-hamba perempuan) itu adalah lebih baik bagi kamu. dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Surat an-nisa ayat 129
           •             
129. Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri kamu sekalipun kamu bersungguh-sungguh (hendak melakukannya); oleh itu janganlah kamu cenderung Dengan melampau (berat sebelah kepada isteri Yang kamu sayangi) sehingga kamu biarkan isteri Yang lain seperti benda Yang tergantung (di awan-awan); dan jika kamu memperbaiki (Keadaan Yang pincang itu), dan memelihara diri (daripada perbuatan Yang zalim), maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Surat an-nur ayat 32-33

                        •                     •                    •       
32. Dan kahwinkanlah orang-orang bujang (lelaki dan perempuan) dari kalangan kamu, dan orang-orang Yang soleh dari hamba-hamba kamu, lelaki dan perempuan. jika mereka miskin, Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpah kurniaNya kerana Allah Maha Luas (rahmatNya dan limpah kurniaNya), lagi Maha mengetahui.
33. Dan orang-orang Yang tidak mempunyai kemampuan berkahwin, hendaklah mereka menjaga kehormatannya sehingga Allah memberi kekayaan kepada mereka dari limpah kurniaNya; dan hamba-hamba kamu (lelaki dan perempuan) Yang hendak membuat surat perjanjian untuk memerdekakan dirinya (dengan jumlah bayaran Yang tertentu), hendaklah kamu melaksanakan perjanjian itu Dengan mereka jika kamu mengetahui ada sifat-sifat Yang baik pada diri mereka (yang melayakkannya berbuat demikian); dan berilah kepada mereka dari harta Allah Yang telah dikurniakan kepada kamu. dan janganlah kamu paksakan hamba-hamba perempuan kamu melacurkan diri manakala mereka mahu menjaga kehormatannya, kerana kamu berkehendakkan kesenangan hidup di dunia. dan sesiapa Yang memaksa mereka, maka Sesungguhnya Allah - sesudah paksaan Yang dilakukan kepada mereka - Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Surat al-mumtahanah ayat 10-11
                               •                                                  •      
10. Wahai orang-orang Yang beriman! apabila orang-orang perempuan Yang mengaku beriman datang berhijrah kepada kamu, maka ujilah (iman) mereka: Allah lebih mengetahui akan iman mereka: Dengan Yang demikian, sekiranya kamu mengetahui Bahawa mereka beriman, maka janganlah kamu mengembalikan mereka kepada orang-orang Yang kafir. mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu (sebagai isteri), dan orang-orang kafir itu pula tidak halal bagi mereka (sebagai suami). dan berilah kepada suami-suami (yang kafir) itu apa Yang mereka telah belanjakan. dan tidaklah menjadi salah kamu berkahwin Dengan mereka (perempuan-perempuan Yang berhijrah itu) apabila kamu memberi kepada mereka maskahwinnya. dan janganlah kamu (Wahai orang-orang Islam) tetap berpegang kepada akad perkahwinan kamu Dengan perempuan-perempuan Yang (kekal Dalam keadaan) kafir, dan mintalah balik maskahwin Yang kamu telah berikan, dan biarkanlah mereka (suami-suami Yang kafir itu) meminta balik apa Yang mereka telah belanjakan. Demikianlah hukum Allah; ia hukumkan di antara kamu (dengan adil). dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
11. Dan sekiranya kamu tidak dapat menerima balik sesuatu dari maskahwin isteri-isteri kamu (yang menjadi murtad serta) melarikan diri ke pihak orang-orang kafir, kemudian kamu menyerang puak Yang kafir itu serta mendapat harta rampasan maka berikanlah kepada orang-orang (Islam) Yang lari isterinya itu ganti maskahwinnya sebanyak Yang mereka telah bayar. dan bertaqwalah kamu kepada Allah Yang kamu beriman kepadaNya.

Surat ath-thalak ayat 1-2
 •         •                              •                                       
1. Wahai Nabi! apabila kamu - (engkau dan umatmu) - hendak menceraikan isteri-isteri (kamu), maka ceraikanlah mereka pada masa mereka dapat memulakan idahnya, dan hitunglah masa idah itu (dengan betul), serta bertaqwalah kepada Allah, Tuhan kamu. janganlah kamu mengeluarkan mereka dari rumah-rumah kediamannya (sehingga selesai idahnya), dan janganlah pula (dibenarkan) mereka keluar (dari situ), kecuali (jika) mereka melakukan perbuatan keji Yang nyata. dan itulah aturan-aturan hukum Allah (maka janganlah kamu melanggarnya); dan sesiapa Yang melanggar aturan-aturan hukum Allah maka Sesungguhnya ia telah berlaku zalim kepada dirinya. (Patuhilah hukum-hukum itu, kerana) Engkau tidak mengetahui boleh jadi Allah akan mengadakan, sesudah itu, sesuatu perkara (yang lain).
2. Kemudian, apabila mereka (hampir) habis tempoh idahnya, maka bolehlah kamu pegang mereka (rujuk) Dengan cara Yang baik, atau lepaskan mereka Dengan cara Yang baik; dan adakanlah dua orang saksi Yang adil di antara kamu (semasa kamu merujukkan atau melepaskannya); dan hendaklah kamu (yang menjadi saksi) menyempurnakan persaksian itu kerana Allah semata-mata. Dengan hukum-hukum Yang tersebut diberi peringatan dan pengajaran kepada sesiapa Yang beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan sesiapa Yang bertaqwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari Segala perkara Yang menyusahkannya),
Surat al-baqarah ayat 229
                                                   
229. Talak (yang boleh dirujuk kembali itu hanya) dua kali. sesudah itu bolehlah ia (rujuk dan) memegang terus (isterinya itu) Dengan cara Yang sepatutnya atau melepaskan (menceraikannya) Dengan cara Yang baik dan tidaklah halal bagi kamu mengambil balik sesuatu dari apa Yang telah kamu berikan kepada mereka (isteri-isteri Yang diceraikan itu) kecuali jika keduanya (suami isteri takut tidak dapat menegakkan aturan-aturan hukum Allah. oleh itu kalau kamu khuatir Bahawa kedua-duanya tidak dapat menegakkan aturan-aturan hukum Allah, maka tidaklah mereka berdosa - mengenai bayaran (tebus talak) Yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya (dan mengenai pengambilan suami akan bayaran itu). itulah aturan-aturan hukum Allah maka janganlah kamu melanggarnya; dan sesiapa Yang melanggar aturan-aturan hukum Allah, maka mereka itulah orang-orang Yang zalim.

An-nuur ayat 6-9
                    •                       •        
6. Dan orang-orang Yang menuduh isterinya berzina, sedang mereka tidak ada saksi-saksi (yang mengesahkan tuduhannya itu) hanya dirinya sendiri, maka persaksian (sah pada Syarak) bagi seseorang Yang menuduh itu hendaklah ia bersumpah Dengan nama Allah, empat kali, Bahawa Sesungguhnya ia dari orang-orang Yang benar; -
7. Dan sumpah Yang kelima (hendaklah ia berkata): Bahawa laknat Allah akan menimpa dirinya jika ia dari orang-orang Yang dusta.
8. Dan bagi menghindarkan hukuman seksa dari isteri (yang kena tuduh) itu hendaklah ia bersumpah Dengan nama Allah, empat kali, Bahawa suaminya (yang menuduh) itu Sesungguhnya adalah dari orang-orang Yang berdusta; -
9. Dan sumpah Yang kelima (hendaklah ia berkata); Bahawa kemurkaan Allah akan menimpa dirinya jika suaminya dari orang-orang Yang benar.
Al-baqarah ayat 228 tentang iddah
                                             
228. Dan isteri-isteri Yang diceraikan itu hendaklah menunggu Dengan menahan diri mereka (dari berkahwin) selama tiga kali suci (dari haid). dan tidaklah halal bagi mereka menyembunyikan (tidak memberitahu tentang) anak Yang dijadikan oleh Allah Dalam kandungan rahim mereka, jika betul mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. dan suami-suami mereka berhak mengambil kembali (rujuk akan) isteri-isteri itu Dalam masa idah mereka jika suami-suami bertujuan hendak berdamai. dan isteri-isteri itu mempunyai hak Yang sama seperti kewajipan Yang ditanggung oleh mereka (terhadap suami) Dengan cara Yang sepatutnya (dan tidak dilarang oleh syarak); Dalam pada itu orang-orang lelaki (suami-suami itu) mempunyai satu darjat kelebihan atas orang-orang perempuan (isterinya). dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Ath-thalaq ayat 1
 •         •                              •      
1. Wahai Nabi! apabila kamu - (engkau dan umatmu) - hendak menceraikan isteri-isteri (kamu), maka ceraikanlah mereka pada masa mereka dapat memulakan idahnya, dan hitunglah masa idah itu (dengan betul), serta bertaqwalah kepada Allah, Tuhan kamu. janganlah kamu mengeluarkan mereka dari rumah-rumah kediamannya (sehingga selesai idahnya), dan janganlah pula (dibenarkan) mereka keluar (dari situ), kecuali (jika) mereka melakukan perbuatan keji Yang nyata. dan itulah aturan-aturan hukum Allah (maka janganlah kamu melanggarnya); dan sesiapa Yang melanggar aturan-aturan hukum Allah maka Sesungguhnya ia telah berlaku zalim kepada dirinya. (Patuhilah hukum-hukum itu, kerana) Engkau tidak mengetahui boleh jadi Allah akan mengadakan, sesudah itu, sesuatu perkara (yang lain).

Ath-thalaq ayat 4
                              
4. Dan perempuan-perempuan dari kalangan kamu Yang putus asa dari kedatangan haid, jika kamu menaruh syak (terhadap tempoh idah mereka) maka idahnya ialah tiga bulan; dan (demikian) juga idah perempuan-perempuan Yang tidak berhaid. dan perempuan-perempuan mengandung, tempoh idahnya ialah hingga mereka melahirkan anak Yang dikandungnya. dan (ingatlah), sesiapa Yang bertaqwa kepada Allah, nescaya Allah memudahkan baginya Segala urusannya.

Surat al-ahzab ayat 49
                       
49. Wahai orang-orang Yang beriman, apabila kamu berkahwin Dengan perempuan-perempuan Yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu menyentuhnya, maka tiadalah kamu berhak terhadap mereka mengenai sebarang idah Yang kamu boleh hitungkan masanya. oleh itu, berilah "Mut'ah" (pemberian sagu hati) kepada mereka, dan lepaskanlah mereka Dengan cara Yang sebaik-baiknya.

Surat al-baqarah ayat 234
                           
234. Dan orang-orang Yang meninggal dunia di antara kamu, sedang mereka meninggalkan isteri-isteri hendaklah isteri-isteri itu menahan diri mereka (beridah) selama empat bulan sepuluh hari. kemudian apabila telah habis masa idahnya itu maka tidak ada salahnya bagi kamu mengenai apa Yang dilakukan mereka pada dirinya menurut cara Yang baik (yang diluluskan oleh Syarak). dan (ingatlah), Allah sentiasa mengetahui Dengan mendalam akan apa jua Yang kamu lakukan.

surat al-baqarah ayat 231
                                          •   •     
231. Dan apabila kamu menceraikan isteri-isteri (kamu) kemudian mereka (hampir) habis tempoh idahnya maka bolehlah kamu pegang mereka (rujuk) Dengan cara Yang baik atau lepaskan mereka Dengan cara Yang baik. dan janganlah kamu pegang mereka (rujuk semula Dengan maksud memberi mudarat, kerana kamu hendak melakukan kezaliman (terhadap mereka); dan sesiapa Yang melakukan demikian maka Sesungguhnya Dia menganiaya dirinya sendiri. dan janganlah kamu menjadikan ayat-ayat hukum Allah itu sebagai ejek-ejekan (dan permainan). dan kenanglah nikmat Allah Yang diberikan kepada kamu, (dan kenanglah) apa Yang diturunkan kepada kamu Iaitu Kitab (Al-Quran) dan ilmu hikmat, untuk memberi pengajaran kepada kamu dengannya. dan bertaqwalah kepada Allah serta ketahuilah: Sesungguhnya Allah Maha mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Ath-thalaq ayat 6
                                    
6. Tempatkanlah isteri-isteri (yang menjalani idahnya) itu di tempat kediaman kamu sesuai Dengan kemampuan kamu; dan janganlah kamu adakan sesuatu Yang menyakiti mereka (di tempat tinggal itu) Dengan tujuan hendak menyusahkan kedudukan mereka (supaya mereka keluar meninggalkan tempat itu). dan jika mereka berkeadaan sedang mengandung, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya sehingga mereka melahirkan anak Yang dikandungnya; kemudian jika mereka menyusukan anak untuk kamu, maka berikanlah kepada mereka upahnya; dan berundinglah di antara kamu (dalam hal menyusunya) Dengan cara Yang baik. dan (sebaliknya) jika kamu (dari kedua pihak) mengalami kesulitan, maka bolehlah perempuan lain menyusukannya.

Surat an-nisaa ayat 22 tentang wanita yang haram dinikahi
                  

22. Dan janganlah kamu berkahwin (dengan perempuan-perempuan) Yang telah diperisterikan oleh bapa kamu kecuali apa Yang telah berlaku pada masa Yang lalu. Sesungguhnya perbuatan itu adalah satu perkara Yang keji, dan dibenci (oleh Allah), serta menjadi seburuk-buruk jalan (yang dilalui Dalam perkahwinan).
Surat an-nisaa ayat 23
  •         •      •                                      
23. Diharamkan kepada kamu berkahwin Dengan (perempuan-perempuan Yang berikut): ibu-ibu kamu, dan anak-anak kamu, dan saudara-saudara kamu, dan saudara-saudara bapa kamu, dan saudara-saudara ibu kamu dan anak-anak saudara kamu Yang lelaki, dan anak-anak saudara kamu Yang perempuan, dan ibu-ibu kamu Yang telah menyusukan kamu, dan saudara-saudara susuan kamu, dan ibu-ibu isteri kamu, dan anak-anak tiri Yang Dalam pemuliharaan kamu dari isteri-isteri Yang kamu telah campuri; tetapi kalau kamu belum campuri mereka (isteri kamu) itu (dan kamu telahpun menceraikan mereka), maka tiadalah salah kamu (berkahwin dengannya). dan (haram juga kamu berkahwin dengan) bekas isteri anak-anak kamu sendiri Yang berasal dari benih kamu. dan diharamkan kamu menghimpunkan dua beradik sekali (untuk menjadi isteri-isteri kamu), kecuali Yang telah berlaku pada masa Yang lalu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.






Ayat hukum tentang kewarisan
Surat al-baqarah ayat 180
        •         
180. Kamu diwajibkan, apabila seseorang dari kamu hampir mati, jika ia ada meninggalkan harta, (hendaklah ia) membuat wasiat untuk ibu bapa dan kaum kerabat Dengan cara Yang baik (menurut peraturan ugama), sebagai suatu kewajipan atas orang-orang Yang bertaqwa.

Surat al-baqarah ayat 240
       ••                 •     
240. Dan orang-orang Yang (hampir) mati di antara kamu serta meninggalkan isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isteri mereka, Iaitu diberi nafkah saguhati (makan, pakai dan tempat tinggal) hingga setahun lamanya, Dengan tidak disuruh pindah dari tempat tinggalnya. kemudian jika mereka keluar (dari tempat tinggalnya Dengan kehendakNya sendiri) maka tidaklah kamu bersalah (Wahai wali waris si mati) mengenai apa Yang mereka (isteri-isteri itu) lakukan pada diri mereka dari perkara Yang patut Yang tidak dilarang Syarak) itu dan ingatlah, Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Surat an-nisa ayat 7
             •      • 
7. Orang-orang lelaki ada bahagian pusaka dari peninggalan ibu bapa dan kerabat, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian pusaka dari peninggalan ibu bapa dan kerabat, sama ada sedikit atau banyak dari harta Yang ditinggalkan itu; Iaitu bahagian Yang telah Diwajibkan (dan ditentukan oleh Allah).

Surat an-nisa ayat 12
                                                                      •                             
12. Dan bagi kamu satu perdua dari harta Yang ditinggalkan oleh isteri-isteri kamu jika mereka tidak mempunyai anak. tetapi jika mereka mempunyai anak maka kamu beroleh satu perempat dari harta Yang mereka tinggalkan, sesudah ditunaikan wasiat Yang mereka wasiatkan dan sesudah dibayarkan hutangnya. dan bagi mereka (isteri-isteri) pula satu perempat dari harta Yang kamu tinggalkan, jika kamu tidak mempunyai anak. tetapi kalau kamu mempunyai anak maka bahagian mereka (isteri-isteri kamu) ialah satu perlapan dari harta Yang kamu tinggalkan, sesudah ditunaikan wasiat Yang kamu wasiatkan, dan sesudah dibayarkan hutang kamu. dan jika si mati Yang diwarisi itu, lelaki atau perempuan, Yang tidak meninggalkan anak atau bapa, dan ada meninggalkan seorang saudara lelaki (seibu) atau saudara perempuan (seibu) maka bagi tiap-tiap seorang dari keduanya ialah satu perenam. kalau pula mereka (saudara-saudara Yang seibu itu) lebih dari seorang, maka mereka bersekutu pada satu pertiga (dengan mendapat sama banyak lelaki Dengan perempuan), sesudah ditunaikan wasiat Yang diwasiatkan oleh si mati, dan sesudah dibayarkan hutangnya; wasiat-wasiat Yang tersebut hendaknya tidak mendatangkan mudarat (kepada waris-waris). (Tiap-tiap satu hukum itu) ialah ketetapan dari Allah. dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Penyabar.

Surat an-nisaa ayat 32-33

 •                        •                     •       
32. Dan janganlah kamu terlalu mengharapkan (ingin mendapat) limpah kurnia Yang Allah telah berikan kepada sebahagian dari kamu (untuk menjadikan mereka) melebihi sebahagian Yang lain (tentang harta benda, ilmu pengetahuan atau pangkat kebesaran). (kerana telah tetap) orang-orang lelaki ada bahagian dari apa Yang mereka usahakan, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian dari apa Yang mereka usahakan; (maka berusahalah kamu) dan pohonkanlah kepada Allah akan limpah kurniaNya. Sesungguhnya Allah sentiasa mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
33. Dan bagi tiap-tiap (lelaki dan perempuan Yang telah mati), Kami telah tetapkan orang-orang Yang berhak mewarisi peninggalannya Iaitu ibu bapa dan kerabat Yang dekat. dan mana-mana orang Yang kamu telah membuat ikatan setia Dengan mereka (untuk bantu-membantu Dalam masa kecemasan dan kesusahan) maka berikanlah kepada mereka bahagiannya. Sesungguhnya Allah sentiasa menyaksikan tiap-tiap sesuatu.

Surat an-nisaa ayat 176
                                                        
176. Mereka (orang-orang Islam umatmu) meminta fatwa kepadamu (Wahai Muhammad mengenai masalah Kalaalah). katakanlah: "Allah memberi fatwa kepada kamu di Dalam perkara Kalaalah itu, Iaitu jika seseorang mati Yang tidak mempunyai anak dan ia mempunyai seorang saudara perempuan, maka bagi saudara perempuan itu satu perdua dari harta Yang ditinggalkan oleh si mati; dan ia pula (saudara lelaki itu) mewarisi (semua harta) saudara perempuannya, jika saudara perempuannya tidak mempunyai anak. kalau pula saudara perempuannya itu dua orang, maka keduanya mendapat dua pertiga dari harta Yang di tinggalkan oleh si mati. dan sekiranya mereka (saudara-saudaranya itu) ramai, lelaki dan perempuan, maka bahagian seorang lelaki menyamai bahagian dua orang perempuan". Allah menerangkan (Hukum ini) kepada kamu supaya kamu tidak sesat. dan (ingatlah) Allah Maha mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Surat al-ahzab ayat 6
•       •                  •       
6. Nabi itu lebih menolong dan lebih menjaga kebaikan orang-orang Yang beriman daripada diri mereka sendiri; dan isteri-isterinya adalah menjadi ibu mereka. dan orang-orang Yang mempunyai pertalian kerabat, setengahnya lebih berhak (mewarisi) akan setengahnya Yang lain - menurut (hukum) Kitab Allah - daripada orang-orang Yang beriman dan orang-orang Muhajirin (yang bukan kerabatnya), kecuali kalau kamu hendak berbuat baik kepada sahabat-sahabat karib kamu. hukum Yang demikian itu adalah tertulis Dalam Kitab Allah.

Ayat hukum tentang perjanjian (perikatan)

Surat al-baqarah ayat 280
                
280. Dan jika orang Yang berhutang itu sedang mengalami kesempitan hidup, maka berilah tempoh sehingga ia lapang hidupnya dan (sebaliknya) Bahawa kamu sedekahkan hutang itu (kepadanya) adalah lebih baik untuk kamu, kalau kamu mengetahui (pahalanya Yang besar Yang kamu akan dapati kelak).

Surat al-baqarah ayat 282-283
                                           •       •                      •                 •  •                                           •                    •                            
282. Wahai orang-orang Yang beriman! apabila kamu menjalankan sesuatu urusan Dengan hutang piutang Yang diberi tempoh hingga ke suatu masa Yang tertentu maka hendaklah kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya Dengan adil (benar) dan janganlah seseorang penulis enggan menulis sebagaimana Allah telah mengajarkannya. oleh itu, hendaklah ia menulis dan hendaklah orang Yang berhutang itu merencanakan (isi surat hutang itu Dengan jelas). dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangkan sesuatu pun dari hutang itu. kemudian jika orang Yang berhutang itu bodoh atau lemah atau ia sendiri tidak dapat hendak merencanakan (isi itu), maka hendaklah direncanakan oleh walinya Dengan adil benar); dan hendaklah kamu mengadakan dua orang saksi lelaki dari kalangan kamu. kemudian kalau tidak ada saksi dua orang lelaki, maka bolehlah, seorang lelaki dan dua orang perempuan dari orang-orang Yang kamu setujui menjadi saksi, supaya jika Yang seorang lupa dari saksi-saksi perempuan Yang berdua itu maka dapat diingatkan oleh Yang seorang lagi. dan jangan saksi-saksi itu enggan apabila mereka dipanggil menjadi saksi. dan janganlah kamu jemu menulis perkara hutang Yang bertempoh masanya itu, sama ada kecil atau besar jumlahnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih membetulkan (menguatkan) keterangan saksi, dan juga lebih hampir kepada tidak menimbulkan keraguan kamu. kecuali perkara itu mengenai perniagaan tunai Yang kamu edarkan sesama sendiri, maka tiadalah salah jika kamu tidak menulisnya. dan adakanlah saksi apabila kamu berjual-beli. dan janganlah mana-mana jurutulis dan saksi itu disusahkan. dan kalau kamu melakukan (Apa Yang dilarang itu), maka Sesungguhnya Yang demikian adalah perbuatan fasik (derhaka) Yang ada pada kamu. oleh itu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah; dan (ingatlah), Allah (dengan keterangan ini) mengajar kamu; dan Allah sentiasa mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
283. Dan jika kamu berada Dalam musafir (lalu kamu berhutang atau memberi hutang Yang bertempoh), sedang kamu tidak mendapati jurutulis, maka hendaklah diadakan barang gadaian untuk dipegang (oleh orang Yang memberi hutang). kemudian kalau Yang memberi hutang percaya kepada Yang berhutang (dengan tidak payah bersurat, saksi dan barang gadaian), maka hendaklah orang (yang berhutang) Yang dipercayai itu menyempurnakan bayaran hutang Yang diamanahkan kepadaNya, dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya. dan janganlah kamu (Wahai orang-orang Yang menjadi saksi) menyembunyikan perkara Yang dipersaksikan itu. dan sesiapa Yang menyembunyikannya, maka Sesungguhnya ia adalah orang Yang berdosa hatinya. dan (ingatlah), Allah sentiasa mengetahui akan apa Yang kamu kerjakan.

Surat al-anfal ayat 56
            
56. (Iaitu) orang-orang Yang Engkau telah mengikat perjanjian setia Dengan mereka, kemudian mereka mencabuli perjanjian setianya pada tiap-tiap kali, sedang mereka tidak mahu memelihara dirinya (dari keaiban mencabuli perjanjian itu).

Surat al-anfal ayat 58
•          •     
58. Dan jika Engkau mengetahui adanya perbuatan khianat dari sesuatu kaum (yang mengikat perjanjian setia denganmu) maka campakkanlah (perjanjian itu) kepada mereka Dengan cara terus terang dan adil. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang Yang khianat.

Ayat hukum tentang ekonomi dan keuangan
Surat al-baqarah ayat 275
                      •                       •     
275. Orang-orang Yang memakan (mengambil) riba itu tidak dapat berdiri betul melainkan seperti berdirinya orang Yang dirasuk Syaitan Dengan terhuyung-hayang kerana sentuhan (Syaitan) itu. Yang demikian ialah disebabkan mereka mengatakan: "Bahawa Sesungguhnya berniaga itu sama sahaja seperti riba". padahal Allah telah menghalalkan berjual-beli (berniaga) dan mengharamkan riba. oleh itu sesiapa Yang telah sampai kepadanya peringatan (larangan) dari Tuhannya lalu ia berhenti (dari mengambil riba), maka apa Yang telah diambilnya dahulu (sebelum pengharaman itu) adalah menjadi haknya, dan perkaranya terserahlah kepada Allah. dan sesiapa Yang mengulangi lagi (perbuatan mengambil riba itu) maka itulah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.

Surat al-baqarah ayat 282
                                           •       •                      •                 •  •                                           •          
282. Wahai orang-orang Yang beriman! apabila kamu menjalankan sesuatu urusan Dengan hutang piutang Yang diberi tempoh hingga ke suatu masa Yang tertentu maka hendaklah kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya Dengan adil (benar) dan janganlah seseorang penulis enggan menulis sebagaimana Allah telah mengajarkannya. oleh itu, hendaklah ia menulis dan hendaklah orang Yang berhutang itu merencanakan (isi surat hutang itu Dengan jelas). dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangkan sesuatu pun dari hutang itu. kemudian jika orang Yang berhutang itu bodoh atau lemah atau ia sendiri tidak dapat hendak merencanakan (isi itu), maka hendaklah direncanakan oleh walinya Dengan adil benar); dan hendaklah kamu mengadakan dua orang saksi lelaki dari kalangan kamu. kemudian kalau tidak ada saksi dua orang lelaki, maka bolehlah, seorang lelaki dan dua orang perempuan dari orang-orang Yang kamu setujui menjadi saksi, supaya jika Yang seorang lupa dari saksi-saksi perempuan Yang berdua itu maka dapat diingatkan oleh Yang seorang lagi. dan jangan saksi-saksi itu enggan apabila mereka dipanggil menjadi saksi. dan janganlah kamu jemu menulis perkara hutang Yang bertempoh masanya itu, sama ada kecil atau besar jumlahnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih membetulkan (menguatkan) keterangan saksi, dan juga lebih hampir kepada tidak menimbulkan keraguan kamu. kecuali perkara itu mengenai perniagaan tunai Yang kamu edarkan sesama sendiri, maka tiadalah salah jika kamu tidak menulisnya. dan adakanlah saksi apabila kamu berjual-beli. dan janganlah mana-mana jurutulis dan saksi itu disusahkan. dan kalau kamu melakukan (Apa Yang dilarang itu), maka Sesungguhnya Yang demikian adalah perbuatan fasik (derhaka) Yang ada pada kamu. oleh itu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah; dan (ingatlah), Allah (dengan keterangan ini) mengajar kamu; dan Allah sentiasa mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Surat al-baqarah ayat 284
                               
284. Segala Yang ada di langit dan Yang ada di bumi adalah kepunyaan Allah. dan jika kamu melahirkan apa Yang ada di Dalam hati kamu atau kamu memyembunyikannya, nescaya Allah akan menghitung dan menyatakannya kepada kamu. kemudian ia mengampunkan bagi sesiapa Yang dikehendakiNya dan menyeksa sesiapa Yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Surat ali imran ayat 130
         •    
130. Wahai orang-orang Yang beriman! janganlah kamu makan atau mengambil riba Dengan berlipat-lipat ganda, dan hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah supaya kamu berjaya.

Surat an-nisaa ayat 29
                    •     
29. Wahai orang-orang Yang beriman, janganlah kamu makan (gunakan) harta-harta kamu sesama kamu Dengan jalan Yang salah (tipu, judi dan sebagainya), kecuali Dengan jalan perniagaan Yang dilakukan secara suka sama suka di antara kamu, dan janganlah kamu berbunuh-bunuhan sesama sendiri. Sesungguhnya Allah sentiasa Mengasihani kamu.
Surat al-muthaffifin ayat 1-3

       ••      •  
1. Kecelakaan besar bagi orang-orang Yang curang (dalam timbangan dan sukatan),
2. Iaitu mereka Yang apabila menerima sukatan (gantang cupak) dari orang lain mereka mengambilnya Dengan cukup,
3. Dan (sebaliknya) apabila mereka menyukat atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi.

Ayat hukum tentang pidana islam
Surat al-baqarah ayat 178
                                         
178. Wahai orang-orang Yang beriman! Diwajibkan kamu menjalankan hukuman "Qisas" (balasan Yang seimbang) Dalam perkara orang-orang Yang mati dibunuh iaitu: orang merdeka Dengan orang merdeka, dan hamba Dengan hamba, dan perempuan Dengan perempuan. maka sesiapa (pembunuh) Yang dapat sebahagian keampunan dari saudaranya (pihak Yang terbunuh), maka hendaklah orang Yang mengampunkan itu) mengikut cara Yang baik (dalam menuntut ganti nyawa), dan (si pembunuh pula) hendaklah menunaikan bayaran ganti nyawa itu) Dengan sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu serta suatu rahmat kemudahan. sesudah itu sesiapa Yang melampaui batas (untuk membalas dendam pula) maka baginya azab seksa Yang tidak terperi sakitnya.

Surat al-baqarah ayat 179
        
179. Dan di Dalam hukuman Qisas itu ada jaminan hidup bagi kamu, Wahai orang-orang Yang berakal fikiran, supaya kamu bertaqwa.

Surat an-nisaa ayat 92-93
     •      •                                                            •           
92. Dan tidak harus sama sekali bagi seseorang mukmin membunuh seorang mukmin Yang lain, kecuali Dengan tidak sengaja. dan sesiapa Yang membunuh seorang mukmin Dengan tidak sengaja, maka (wajiblah ia membayar kaffarah) Dengan memerdekakan seorang hamba Yang beriman serta membayar "diah" (denda ganti nyawa) Yang diserahkan kepada ahlinya (keluarga si mati), kecuali jika mereka sedekahkan (memaafkannya). tetapi jika ia (yang terbunuh Dengan tidak sengaja) dari kaum (kafir) Yang memusuhi kamu, sedang ia sendiri beriman, maka (wajiblah si pembunuh membayar kaffarah sahaja dengan) memerdekakan seorang hamba Yang beriman. dan jika ia (orang Yang terbunuh Dengan tidak sengaja itu) dari kaum (kafir) Yang ada ikatan perjanjian setia di antara kamu Dengan mereka, maka wajiblah membayar "diah" (denda ganti nyawa) kepada keluarganya serta memerdekakan seorang hamba Yang beriman. Dalam pada itu, sesiapa Yang tidak dapat (mencari hamba Yang akan dimerdekakannya), maka hendaklah ia berpuasa dua bulan berturut-turut; (Hukum Yang tersebut) datangnya dari Allah untuk menerima taubat (membersihkan diri kamu). dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
93. Dan sesiapa Yang membunuh seorang mukmin Dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka jahanam, kekal ia di dalamnya, dan Allah murka kepadaNya, dan melakanatkannya serta menyediakan baginya azab seksa Yang besar.

Surat al-maidah ayat 33
         •                           
33. Hanyasanya balasan orang-orang Yang memerangi Allah dan RasulNya serta melakukan bencana kerosakan di muka bumi ialah Dengan dibalas bunuh (kalau mereka membunuh sahaja Dengan tidak merampas), atau dipalang (kalau mereka membunuh dan merampas), atau dipotong tangan dan kaki mereka bersilang (kalau mereka merampas sahaja), atau dibuang negeri (kalau mereka hanya mengganggu ketenteraman umum). hukuman Yang demikian itu adalah suatu kehinaan di dunia bagi mereka, dan di akhirat kelak mereka beroleh azab seksa Yang amat besar.

Surat al-maidah ayat 38
              
           •    

38. Dan orang lelaki Yang mencuri dan orang perempuan Yang mencuri maka (hukumnya) potonglah tangan mereka sebagai satu balasan Dengan sebab apa Yang mereka telah usahakan, (juga sebagai) suatu hukuman pencegah dari Allah. dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
39. Maka sesiapa Yang bertaubat sesudah ia melakukan kejahatan (curi) itu dan memperbaiki amal usahanya, Sesungguhnya Allah menerima taubatnya; kerana Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Surat an-nuur ayat 2
• •  •                         
2. Perempuan Yang berzina dan lelaki Yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat; dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya Dalam menjalankan hukum ugama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah disaksikan hukuman seksa Yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang Yang beriman.

Surat asy-syura ayat 40
                
40. Dan (jika kamu hendak membalas maka) balasan sesuatu kejahatan ialah kejahatan Yang bersamaan dengannya; Dalam pada itu sesiapa Yang memaafkan (kejahatan orang) dan berbuat baik (kepadanya), maka pahalanya tetap dijamin oleh Allah (dengan diberi balasan Yang sebaik-baiknya). Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang Yang berlaku zalim.

Ayat hukum tentang tata Negara

Surat ali-imran ayat 110
  •  ••                     
110. Kamu (Wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat Yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat Segala perkara Yang baik dan melarang daripada Segala perkara Yang salah (buruk dan keji), serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman). dan kalaulah ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) itu beriman (sebagaimana Yang semestinya), tentulah (iman) itu menjadi baik bagi mereka. (Tetapi) di antara mereka ada Yang beriman dan kebanyakan mereka: orang-orang Yang fasik.

Surat ali-imran ayat 104
  •             
104. Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak Yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat Segala perkara Yang baik, serta melarang daripada Segala Yang salah (buruk dan keji). dan mereka Yang bersifat demikian ialah orang-orang Yang berjaya.

Surat an-nisa ayat 59
                              
59. Wahai orang-orang Yang beriman, Taatlah kamu kepada Allah dan Taatlah kamu kepada Rasulullah dan kepada "Ulil-Amri" (orang-orang Yang berkuasa) dari kalangan kamu. kemudian jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) Dalam sesuatu perkara, maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (Kitab) Allah (Al-Quran) dan (Sunnah) RasulNya - jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok pula kesudahannya.

Surat asy-syura ayat 38
           
38. Dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang Yang menyahut dan menyambut perintah Tuhannya serta mendirikan sembahyang Dengan sempurna; dan urusan mereka dijalankan secara bermesyuarat sesama mereka; dan mereka pula mendermakan sebahagian dari apa Yang Kami beri kepadanya;

Ayat hukum tentang hukum internasional
Surat al-baqarah ayat 190-193
                                               •                     
190. Dan perangilah kerana (menegakkan dan mempertahankan) ugama Allah akan orang-orang Yang memerangi kamu, dan janganlah kamu menceroboh (dengan memulakan peperangan); kerana Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang Yang menceroboh.
191. Dan bunuhlah mereka (musuh Yang memerangi kamu) di mana sahaja kamu dapati mereka, dan usirlah mereka dari tempat Yang mereka telah mengusir kamu; dan (ingatlah Bahawa angkara) fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan dan janganlah kamu memerangi mereka di sekitar Masjid Al-Haraam sehingga mereka memerangi kamu di situ. oleh itu kalau mereka memerangi kamu (di situ), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang Yang kafir.
192. Kemudian jika mereka berhenti memerangi kamu (maka berhentilah kamu); kerana Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
193. Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, dan (sehingga) menjadilah ugama itu semata-mata kerana Allah. kemudian jika mereka berhenti maka tidaklah ada permusuhan lagi melainkan terhadap orang-orang Yang zalim.

Surat al-anfal ayat 39
                 
39. Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, dan (sehingga) menjadilah ugama itu seluruhnya (bebas) bagi Allah semata-mata. kemudian jika mereka berhenti (dari kekufurannya dan gangguannya, nescaya mereka diberikan balasan Yang baik) kerana Sesungguhnya Allah Maha melihat akan apa Yang mereka kerjakan.

Surat al-anfal ayat 41
      •                             
41. Dan ketahuilah, Bahawa apa sahaja Yang kamu dapati sebagai harta rampasan perang, maka Sesungguhnya satu perlimanya (dibahagikan) untuk (jalan) Allah, dan untuk RasulNya, dan untuk kerabat (Rasulullah), dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ibnus-sabil (orang musafir Yang keputusan), jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa Yang telah diturunkan oleh Kami (Allah) kepada hamba Kami (Muhammad) pada "Hari Al-Furqaan", Iaitu hari bertemunya dua angkatan tentera (Islam dan kafir, di medan perang Badar). dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Surat at-taubah ayat 29
                             
29. Perangilah orang-orang Yang tidak beriman kepada Allah dan tidak beriman kepada hari akhirat, dan mereka pula tidak mengharamkan apa Yang telah diharamkan oleh Allah dan RasulNya, dan tidak berugama Dengan ugama Yang benar, Iaitu dari orang-orang Yang diberikan Kitab (kaum Yahudi dan Nasrani), sehingga mereka membayar "Jizyah" Dengan keadaan taat dan merendah diri.

Surat al-hajj ayat 39-40
      •                     ••                       
39. Diizinkan berperang bagi orang-orang (Islam) Yang diperangi (oleh golongan penceroboh), kerana Sesungguhnya mereka telah dianiaya; dan Sesungguhnya Allah amat berkuasa untuk menolong mereka (mencapai kemenangan).
40. Iaitu mereka Yang diusir dari kampung halamannya Dengan tidak berdasarkan sebarang alasan Yang benar, (Mereka diusir) semata-mata kerana mereka berkata: "Tuhan Kami ialah Allah". dan kalaulah Allah tidak mendorong setengah manusia menentang pencerobohan setengahnya Yang lain, nescaya runtuhlah tempat-tempat pertapaan serta gereja-gereja (kaum Nasrani), dan tempat-tempat sembahyang (kaum Yahudi), dan juga masjid-masjid (orang Islam) Yang sentiasa disebut nama Allah banyak-banyak padanya dan Sesungguhnya Allah akan menolong sesiapa Yang menolong ugamanya (ugama Islam); Sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa; -


Ayat hukum tentang hukum acara dan peradilan
Surat al-baqarah ayat 282
                                           •       •                      •                 •  •                                           •          
282. Wahai orang-orang Yang beriman! apabila kamu menjalankan sesuatu urusan Dengan hutang piutang Yang diberi tempoh hingga ke suatu masa Yang tertentu maka hendaklah kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya Dengan adil (benar) dan janganlah seseorang penulis enggan menulis sebagaimana Allah telah mengajarkannya. oleh itu, hendaklah ia menulis dan hendaklah orang Yang berhutang itu merencanakan (isi surat hutang itu Dengan jelas). dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangkan sesuatu pun dari hutang itu. kemudian jika orang Yang berhutang itu bodoh atau lemah atau ia sendiri tidak dapat hendak merencanakan (isi itu), maka hendaklah direncanakan oleh walinya Dengan adil benar); dan hendaklah kamu mengadakan dua orang saksi lelaki dari kalangan kamu. kemudian kalau tidak ada saksi dua orang lelaki, maka bolehlah, seorang lelaki dan dua orang perempuan dari orang-orang Yang kamu setujui menjadi saksi, supaya jika Yang seorang lupa dari saksi-saksi perempuan Yang berdua itu maka dapat diingatkan oleh Yang seorang lagi. dan jangan saksi-saksi itu enggan apabila mereka dipanggil menjadi saksi. dan janganlah kamu jemu menulis perkara hutang Yang bertempoh masanya itu, sama ada kecil atau besar jumlahnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih membetulkan (menguatkan) keterangan saksi, dan juga lebih hampir kepada tidak menimbulkan keraguan kamu. kecuali perkara itu mengenai perniagaan tunai Yang kamu edarkan sesama sendiri, maka tiadalah salah jika kamu tidak menulisnya. dan adakanlah saksi apabila kamu berjual-beli. dan janganlah mana-mana jurutulis dan saksi itu disusahkan. dan kalau kamu melakukan (Apa Yang dilarang itu), maka Sesungguhnya Yang demikian adalah perbuatan fasik (derhaka) Yang ada pada kamu. oleh itu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah; dan (ingatlah), Allah (dengan keterangan ini) mengajar kamu; dan Allah sentiasa mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Surat an-nisa ayat 65
                   
65. Maka Demi Tuhanmu (Wahai Muhammad)! mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan Engkau hakim Dalam mana-mana perselisihan Yang timbul di antara mereka, kemudian mereka pula tidak merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa Yang telah Engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu Dengan sepenuhnya.

Surat an-nisa ayat 105
       ••         
105. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu (Wahai Muhammad) Kitab (Al-Quran) Dengan membawa kebenaran, supaya Engkau menghukum di antara manusia menurut apa Yang Allah telah tunjukkan kepadamu (melalui wahyuNya); dan janganlah Engkau menjadi Pembela bagi orang-orang Yang khianat.

Surat al-maidah ayat 8
          •            •        
8. Wahai orang-orang Yang beriman, hendaklah kamu semua sentiasa menjadi orang-orang Yang menegakkan keadilan kerana Allah, lagi menerangkan kebenaran; dan jangan sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum itu mendorong kamu kepada tidak melakukan keadilan. hendaklah kamu berlaku adil (kepada sesiapa jua) kerana sikap adil itu lebih hampir kepada taqwa. dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui Dengan mendalam akan apa Yang kamu lakukan.

Sura shaad ayat 26
        ••          •             
26. Wahai Daud, Sesungguhnya Kami telah menjadikanmu khalifah di bumi, maka jalankanlah hukum di antara manusia Dengan (Hukum syariat) Yang benar (yang diwahyukan kepadamu); dan janganlah Engkau menurut hawa nafsu, kerana Yang demikian itu akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang Yang sesat dari jalan Allah, akan beroleh azab Yang berat pada hari hitungan amal, disebabkan mereka melupakan (jalan Allah) itu.

Minggu, 18 Desember 2011

ayat-ayat hukum dalam al-quran

Klasifikasi ayat hukum dalam al-quran

Ayat hukum tentang perkawinan

Surat al-baqarah ayat 221

                               •     •      ••   
221. Dan janganlah kamu berkahwin Dengan perempuan-perempuan kafir musyrik sebelum mereka beriman (memeluk ugama Islam); dan Sesungguhnya seorang hamba perempuan Yang beriman itu lebih baik daripada perempuan kafir musyrik sekalipun keadaannya menarik hati kamu. dan janganlah kamu (kahwinkan perempuan-perempuan Islam) Dengan lelaki-lelaki kafir musyrik sebelum mereka beriman (memeluk ugama Islam) dan Sesungguhnya seorang hamba lelaki Yang beriman lebih baik daripada seorang lelaki musyrik, sekalipun keadaannya menarik hati kamu. (yang demikian ialah kerana orang-orang kafir itu mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke syurga dan memberi keampunan Dengan izinNya. dan Allah menjelaskan ayat-ayatNya (keterangan-keterangan hukumNya) kepada umat manusia, supaya mereka dapat mengambil pelajaran (daripadanya).

Surat al-baqarah ayat 230
                    •            
230. Sesudah (diceraikan dua kali), itu jika diceraikan pula (bagi kali Yang ketiga) maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sesudah itu, sehingga ia berkahwin Dengan suami Yang lain. setelah itu kalau ia diceraikan (oleh suami baharu itu dan habis idahnya), maka mereka berdua (suami lama dan bekas isterinya) tidaklah berdosa untuk kembali (maskahwin semula), jika mereka kuat menyangka akan dapat menegakkan aturan-aturan hukum Allah dan itulah aturan-aturan hukum Allah, diterangkanNya kepada kaum Yang (mahu) mengetahui dan memahaminya.

Surat al-baqarah ayat 232
                                    
232. Dan apabila kamu menceraikan isteri-isteri (kamu), lalu habis masa idah mereka ' maka janganlah kamu (Wahai wali-wali nikah) menahan mereka daripada berkahwin semula Dengan (bekas) suami mereka, apabila mereka (lelaki dan perempuan itu) bersetuju sesama sendiri Dengan cara Yang baik (yang dibenarkan oleh Syarak). Demikianlah diberi ingatan dan pengajaran Dengan itu kepada sesiapa di antara kamu Yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik bagi kamu dan lebih suci. dan (ingatlah), Allah mengetahui (akan apa jua Yang baik untuk kamu) sedang kamu tidak mengetahuinya.

Surat al-baqarah ayat 235
                          •            •         •    
235. Dan tidak ada salahnya bagi kamu tentang apa Yang kamu bayangkan (secara sindiran), untuk meminang perempuan (yang kematian suami dan masih Dalam idah), atau tentang kamu menyimpan Dalam hati (keinginan berkahwin Dengan mereka). Allah mengetahui Bahawa kamu akan menyebut-nyebut atau mengingati) mereka, (yang demikian itu tidaklah salah), akan tetapi janganlah kamu membuat janji Dengan mereka di Dalam sulit, selain dari menyebutkan kata-kata (secara sindiran) Yang sopan. dan janganlah kamu menetapkan Dengan bersungguh-sungguh (hendak melakukan) akad nikah sebelum habis idah Yang ditetapkan itu. dan ketahuilah Sesungguhnya Allah mengetahui apa Yang ada Dalam hati kamu, maka beringat-ingatlah kamu akan kemurkaanNya, dan ketahuilah, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyabar.

Surat an-nisa ayat 3-4
                                              
3. Dan jika kamu takut tidak berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim (apabila kamu berkahwin Dengan mereka), maka berkahwinlah Dengan sesiapa Yang kamu berkenan dari perempuan-perempuan (lain): dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu bimbang tidak akan berlaku adil (di antara isteri-isteri kamu) maka (berkahwinlah dengan) seorang sahaja, atau (pakailah) hamba-hamba perempuan Yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat (untuk mencegah) supaya kamu tidak melakukan kezaliman.
4. Dan berikanlah kepada perempuan-perempuan itu maskahwin-maskahwin mereka sebagai pemberian Yang wajib. kemudian jika mereka Dengan suka hatinya memberikan kepada kamu sebahagian dari maskahwinnya maka makanlah (gunakanlah) pemberian (yang halal) itu sebagai nikmat Yang lazat, lagi baik kesudahannya.

Surat an-nisa aya 22-25

                     •         •      •                                                    •  •                            •                •                                                       
22. Dan janganlah kamu berkahwin (dengan perempuan-perempuan) Yang telah diperisterikan oleh bapa kamu kecuali apa Yang telah berlaku pada masa Yang lalu. Sesungguhnya perbuatan itu adalah satu perkara Yang keji, dan dibenci (oleh Allah), serta menjadi seburuk-buruk jalan (yang dilalui Dalam perkahwinan).
23. Diharamkan kepada kamu berkahwin Dengan (perempuan-perempuan Yang berikut): ibu-ibu kamu, dan anak-anak kamu, dan saudara-saudara kamu, dan saudara-saudara bapa kamu, dan saudara-saudara ibu kamu dan anak-anak saudara kamu Yang lelaki, dan anak-anak saudara kamu Yang perempuan, dan ibu-ibu kamu Yang telah menyusukan kamu, dan saudara-saudara susuan kamu, dan ibu-ibu isteri kamu, dan anak-anak tiri Yang Dalam pemuliharaan kamu dari isteri-isteri Yang kamu telah campuri; tetapi kalau kamu belum campuri mereka (isteri kamu) itu (dan kamu telahpun menceraikan mereka), maka tiadalah salah kamu (berkahwin dengannya). dan (haram juga kamu berkahwin dengan) bekas isteri anak-anak kamu sendiri Yang berasal dari benih kamu. dan diharamkan kamu menghimpunkan dua beradik sekali (untuk menjadi isteri-isteri kamu), kecuali Yang telah berlaku pada masa Yang lalu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
24. Dan (diharamkan juga kamu berkahwin dengan) perempuan-perempuan isteri orang, kecuali hamba sahaya Yang kamu miliki. (Haramnya Segala Yang tersebut itu) ialah suatu ketetapan hukum Allah (yang diwajibkan) atas kamu. dan (sebaliknya) Dihalalkan bagi kamu perempuan-perempuan Yang lain daripada Yang tersebut itu, untuk kamu mencari (isteri) Dengan harta kamu secara bernikah, bukan secara berzina. kemudian mana-mana perempuan Yang kamu nikmati percampuran dengannya (setelah ia menjadi isteri kamu), maka berikanlah kepada mereka maskahwinnya (dengan sempurna), sebagai suatu ketetapan (yang Diwajibkan oleh Allah). dan tiadalah kamu berdosa mengenai sesuatu persetujuan Yang telah dicapai bersama oleh kamu (suami isteri), sesudah ditetapkan maskahwin itu (tentang cara dan kadar pembayarannya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
25. Dan sesiapa di antara kamu Yang tidak mempunyai kemampuan Yang cukup untuk berkahwin Dengan perempuan-perempuan Yang baik-baik (yang merdeka, Yang terpelihara kehormatannya) lagi beriman, maka bolehlah kamu berkahwin Dengan hamba-hamba perempuan Yang beriman Yang kamu miliki. dan Allah lebih mengetahui akan iman kamu; kamu masing-masing (suami Yang merdeka dan isteri dari hamba - abdi itu) adalah berasal sama (dari Adam, dan seugama pula). oleh itu berkahwinlah Dengan mereka Dengan izin walinya serta berikanlah maskahwinnya menurut Yang patut. mereka (hamba-hamba perempuan Yang akan dijadikan isteri, hendaklah) Yang sopan bukan perempuan-perempuan lacur, dan bukan pula Yang mengambil lelaki sebagai teman simpanan. kemudian setelah mereka (hamba-hamba perempuan itu) berkahwin, lalu mereka melakukan perbuatan keji (zina), maka mereka dikenakan separuh dari (hukuman) seksa Yang ditetapkan ke atas perempuan-perempuan Yang merdeka. (Hukum perkahwinan) Yang demikian (yang membolehkan seseorang berkahwin Dengan hamba-hamba perempuan) itu ialah bagi orang-orang Yang bimbang melakukan zina di antara kamu; dan sabarnya kamu (tidak berkahwin Dengan hamba-hamba perempuan) itu adalah lebih baik bagi kamu. dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Surat an-nisa ayat 129
           •             
129. Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri kamu sekalipun kamu bersungguh-sungguh (hendak melakukannya); oleh itu janganlah kamu cenderung Dengan melampau (berat sebelah kepada isteri Yang kamu sayangi) sehingga kamu biarkan isteri Yang lain seperti benda Yang tergantung (di awan-awan); dan jika kamu memperbaiki (Keadaan Yang pincang itu), dan memelihara diri (daripada perbuatan Yang zalim), maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Surat an-nur ayat 32-33

                        •                     •                    •       
32. Dan kahwinkanlah orang-orang bujang (lelaki dan perempuan) dari kalangan kamu, dan orang-orang Yang soleh dari hamba-hamba kamu, lelaki dan perempuan. jika mereka miskin, Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpah kurniaNya kerana Allah Maha Luas (rahmatNya dan limpah kurniaNya), lagi Maha mengetahui.
33. Dan orang-orang Yang tidak mempunyai kemampuan berkahwin, hendaklah mereka menjaga kehormatannya sehingga Allah memberi kekayaan kepada mereka dari limpah kurniaNya; dan hamba-hamba kamu (lelaki dan perempuan) Yang hendak membuat surat perjanjian untuk memerdekakan dirinya (dengan jumlah bayaran Yang tertentu), hendaklah kamu melaksanakan perjanjian itu Dengan mereka jika kamu mengetahui ada sifat-sifat Yang baik pada diri mereka (yang melayakkannya berbuat demikian); dan berilah kepada mereka dari harta Allah Yang telah dikurniakan kepada kamu. dan janganlah kamu paksakan hamba-hamba perempuan kamu melacurkan diri manakala mereka mahu menjaga kehormatannya, kerana kamu berkehendakkan kesenangan hidup di dunia. dan sesiapa Yang memaksa mereka, maka Sesungguhnya Allah - sesudah paksaan Yang dilakukan kepada mereka - Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Surat al-mumtahanah ayat 10-11
                               •                                                  •      
10. Wahai orang-orang Yang beriman! apabila orang-orang perempuan Yang mengaku beriman datang berhijrah kepada kamu, maka ujilah (iman) mereka: Allah lebih mengetahui akan iman mereka: Dengan Yang demikian, sekiranya kamu mengetahui Bahawa mereka beriman, maka janganlah kamu mengembalikan mereka kepada orang-orang Yang kafir. mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu (sebagai isteri), dan orang-orang kafir itu pula tidak halal bagi mereka (sebagai suami). dan berilah kepada suami-suami (yang kafir) itu apa Yang mereka telah belanjakan. dan tidaklah menjadi salah kamu berkahwin Dengan mereka (perempuan-perempuan Yang berhijrah itu) apabila kamu memberi kepada mereka maskahwinnya. dan janganlah kamu (Wahai orang-orang Islam) tetap berpegang kepada akad perkahwinan kamu Dengan perempuan-perempuan Yang (kekal Dalam keadaan) kafir, dan mintalah balik maskahwin Yang kamu telah berikan, dan biarkanlah mereka (suami-suami Yang kafir itu) meminta balik apa Yang mereka telah belanjakan. Demikianlah hukum Allah; ia hukumkan di antara kamu (dengan adil). dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
11. Dan sekiranya kamu tidak dapat menerima balik sesuatu dari maskahwin isteri-isteri kamu (yang menjadi murtad serta) melarikan diri ke pihak orang-orang kafir, kemudian kamu menyerang puak Yang kafir itu serta mendapat harta rampasan maka berikanlah kepada orang-orang (Islam) Yang lari isterinya itu ganti maskahwinnya sebanyak Yang mereka telah bayar. dan bertaqwalah kamu kepada Allah Yang kamu beriman kepadaNya.

Surat ath-thalak ayat 1-2
 •         •                              •                                       
1. Wahai Nabi! apabila kamu - (engkau dan umatmu) - hendak menceraikan isteri-isteri (kamu), maka ceraikanlah mereka pada masa mereka dapat memulakan idahnya, dan hitunglah masa idah itu (dengan betul), serta bertaqwalah kepada Allah, Tuhan kamu. janganlah kamu mengeluarkan mereka dari rumah-rumah kediamannya (sehingga selesai idahnya), dan janganlah pula (dibenarkan) mereka keluar (dari situ), kecuali (jika) mereka melakukan perbuatan keji Yang nyata. dan itulah aturan-aturan hukum Allah (maka janganlah kamu melanggarnya); dan sesiapa Yang melanggar aturan-aturan hukum Allah maka Sesungguhnya ia telah berlaku zalim kepada dirinya. (Patuhilah hukum-hukum itu, kerana) Engkau tidak mengetahui boleh jadi Allah akan mengadakan, sesudah itu, sesuatu perkara (yang lain).
2. Kemudian, apabila mereka (hampir) habis tempoh idahnya, maka bolehlah kamu pegang mereka (rujuk) Dengan cara Yang baik, atau lepaskan mereka Dengan cara Yang baik; dan adakanlah dua orang saksi Yang adil di antara kamu (semasa kamu merujukkan atau melepaskannya); dan hendaklah kamu (yang menjadi saksi) menyempurnakan persaksian itu kerana Allah semata-mata. Dengan hukum-hukum Yang tersebut diberi peringatan dan pengajaran kepada sesiapa Yang beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan sesiapa Yang bertaqwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari Segala perkara Yang menyusahkannya),

Ayat hukum tentang kewarisan
Surat al-baqarah ayat 180
        •         
180. Kamu diwajibkan, apabila seseorang dari kamu hampir mati, jika ia ada meninggalkan harta, (hendaklah ia) membuat wasiat untuk ibu bapa dan kaum kerabat Dengan cara Yang baik (menurut peraturan ugama), sebagai suatu kewajipan atas orang-orang Yang bertaqwa.

Surat al-baqarah ayat 240
       ••                 •     
240. Dan orang-orang Yang (hampir) mati di antara kamu serta meninggalkan isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isteri mereka, Iaitu diberi nafkah saguhati (makan, pakai dan tempat tinggal) hingga setahun lamanya, Dengan tidak disuruh pindah dari tempat tinggalnya. kemudian jika mereka keluar (dari tempat tinggalnya Dengan kehendakNya sendiri) maka tidaklah kamu bersalah (Wahai wali waris si mati) mengenai apa Yang mereka (isteri-isteri itu) lakukan pada diri mereka dari perkara Yang patut Yang tidak dilarang Syarak) itu dan ingatlah, Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Surat an-nisa ayat 7
             •      • 
7. Orang-orang lelaki ada bahagian pusaka dari peninggalan ibu bapa dan kerabat, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian pusaka dari peninggalan ibu bapa dan kerabat, sama ada sedikit atau banyak dari harta Yang ditinggalkan itu; Iaitu bahagian Yang telah Diwajibkan (dan ditentukan oleh Allah).

Surat an-nisa ayat 12
                                                                      •                             
12. Dan bagi kamu satu perdua dari harta Yang ditinggalkan oleh isteri-isteri kamu jika mereka tidak mempunyai anak. tetapi jika mereka mempunyai anak maka kamu beroleh satu perempat dari harta Yang mereka tinggalkan, sesudah ditunaikan wasiat Yang mereka wasiatkan dan sesudah dibayarkan hutangnya. dan bagi mereka (isteri-isteri) pula satu perempat dari harta Yang kamu tinggalkan, jika kamu tidak mempunyai anak. tetapi kalau kamu mempunyai anak maka bahagian mereka (isteri-isteri kamu) ialah satu perlapan dari harta Yang kamu tinggalkan, sesudah ditunaikan wasiat Yang kamu wasiatkan, dan sesudah dibayarkan hutang kamu. dan jika si mati Yang diwarisi itu, lelaki atau perempuan, Yang tidak meninggalkan anak atau bapa, dan ada meninggalkan seorang saudara lelaki (seibu) atau saudara perempuan (seibu) maka bagi tiap-tiap seorang dari keduanya ialah satu perenam. kalau pula mereka (saudara-saudara Yang seibu itu) lebih dari seorang, maka mereka bersekutu pada satu pertiga (dengan mendapat sama banyak lelaki Dengan perempuan), sesudah ditunaikan wasiat Yang diwasiatkan oleh si mati, dan sesudah dibayarkan hutangnya; wasiat-wasiat Yang tersebut hendaknya tidak mendatangkan mudarat (kepada waris-waris). (Tiap-tiap satu hukum itu) ialah ketetapan dari Allah. dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Penyabar.

Surat an-nisaa ayat 32-33

 •                        •                     •       
32. Dan janganlah kamu terlalu mengharapkan (ingin mendapat) limpah kurnia Yang Allah telah berikan kepada sebahagian dari kamu (untuk menjadikan mereka) melebihi sebahagian Yang lain (tentang harta benda, ilmu pengetahuan atau pangkat kebesaran). (kerana telah tetap) orang-orang lelaki ada bahagian dari apa Yang mereka usahakan, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian dari apa Yang mereka usahakan; (maka berusahalah kamu) dan pohonkanlah kepada Allah akan limpah kurniaNya. Sesungguhnya Allah sentiasa mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
33. Dan bagi tiap-tiap (lelaki dan perempuan Yang telah mati), Kami telah tetapkan orang-orang Yang berhak mewarisi peninggalannya Iaitu ibu bapa dan kerabat Yang dekat. dan mana-mana orang Yang kamu telah membuat ikatan setia Dengan mereka (untuk bantu-membantu Dalam masa kecemasan dan kesusahan) maka berikanlah kepada mereka bahagiannya. Sesungguhnya Allah sentiasa menyaksikan tiap-tiap sesuatu.

Surat an-nisaa ayat 176
                                                        
176. Mereka (orang-orang Islam umatmu) meminta fatwa kepadamu (Wahai Muhammad mengenai masalah Kalaalah). katakanlah: "Allah memberi fatwa kepada kamu di Dalam perkara Kalaalah itu, Iaitu jika seseorang mati Yang tidak mempunyai anak dan ia mempunyai seorang saudara perempuan, maka bagi saudara perempuan itu satu perdua dari harta Yang ditinggalkan oleh si mati; dan ia pula (saudara lelaki itu) mewarisi (semua harta) saudara perempuannya, jika saudara perempuannya tidak mempunyai anak. kalau pula saudara perempuannya itu dua orang, maka keduanya mendapat dua pertiga dari harta Yang di tinggalkan oleh si mati. dan sekiranya mereka (saudara-saudaranya itu) ramai, lelaki dan perempuan, maka bahagian seorang lelaki menyamai bahagian dua orang perempuan". Allah menerangkan (Hukum ini) kepada kamu supaya kamu tidak sesat. dan (ingatlah) Allah Maha mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Surat al-ahzab ayat 6
•       •                  •       
6. Nabi itu lebih menolong dan lebih menjaga kebaikan orang-orang Yang beriman daripada diri mereka sendiri; dan isteri-isterinya adalah menjadi ibu mereka. dan orang-orang Yang mempunyai pertalian kerabat, setengahnya lebih berhak (mewarisi) akan setengahnya Yang lain - menurut (hukum) Kitab Allah - daripada orang-orang Yang beriman dan orang-orang Muhajirin (yang bukan kerabatnya), kecuali kalau kamu hendak berbuat baik kepada sahabat-sahabat karib kamu. hukum Yang demikian itu adalah tertulis Dalam Kitab Allah.

Ayat hukum tentang perjanjian (perikatan)

Surat al-baqarah ayat 280
                
280. Dan jika orang Yang berhutang itu sedang mengalami kesempitan hidup, maka berilah tempoh sehingga ia lapang hidupnya dan (sebaliknya) Bahawa kamu sedekahkan hutang itu (kepadanya) adalah lebih baik untuk kamu, kalau kamu mengetahui (pahalanya Yang besar Yang kamu akan dapati kelak).

Surat al-baqarah ayat 282-283
                                           •       •                      •                 •  •                                           •                    •                            
282. Wahai orang-orang Yang beriman! apabila kamu menjalankan sesuatu urusan Dengan hutang piutang Yang diberi tempoh hingga ke suatu masa Yang tertentu maka hendaklah kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya Dengan adil (benar) dan janganlah seseorang penulis enggan menulis sebagaimana Allah telah mengajarkannya. oleh itu, hendaklah ia menulis dan hendaklah orang Yang berhutang itu merencanakan (isi surat hutang itu Dengan jelas). dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangkan sesuatu pun dari hutang itu. kemudian jika orang Yang berhutang itu bodoh atau lemah atau ia sendiri tidak dapat hendak merencanakan (isi itu), maka hendaklah direncanakan oleh walinya Dengan adil benar); dan hendaklah kamu mengadakan dua orang saksi lelaki dari kalangan kamu. kemudian kalau tidak ada saksi dua orang lelaki, maka bolehlah, seorang lelaki dan dua orang perempuan dari orang-orang Yang kamu setujui menjadi saksi, supaya jika Yang seorang lupa dari saksi-saksi perempuan Yang berdua itu maka dapat diingatkan oleh Yang seorang lagi. dan jangan saksi-saksi itu enggan apabila mereka dipanggil menjadi saksi. dan janganlah kamu jemu menulis perkara hutang Yang bertempoh masanya itu, sama ada kecil atau besar jumlahnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih membetulkan (menguatkan) keterangan saksi, dan juga lebih hampir kepada tidak menimbulkan keraguan kamu. kecuali perkara itu mengenai perniagaan tunai Yang kamu edarkan sesama sendiri, maka tiadalah salah jika kamu tidak menulisnya. dan adakanlah saksi apabila kamu berjual-beli. dan janganlah mana-mana jurutulis dan saksi itu disusahkan. dan kalau kamu melakukan (Apa Yang dilarang itu), maka Sesungguhnya Yang demikian adalah perbuatan fasik (derhaka) Yang ada pada kamu. oleh itu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah; dan (ingatlah), Allah (dengan keterangan ini) mengajar kamu; dan Allah sentiasa mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
283. Dan jika kamu berada Dalam musafir (lalu kamu berhutang atau memberi hutang Yang bertempoh), sedang kamu tidak mendapati jurutulis, maka hendaklah diadakan barang gadaian untuk dipegang (oleh orang Yang memberi hutang). kemudian kalau Yang memberi hutang percaya kepada Yang berhutang (dengan tidak payah bersurat, saksi dan barang gadaian), maka hendaklah orang (yang berhutang) Yang dipercayai itu menyempurnakan bayaran hutang Yang diamanahkan kepadaNya, dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya. dan janganlah kamu (Wahai orang-orang Yang menjadi saksi) menyembunyikan perkara Yang dipersaksikan itu. dan sesiapa Yang menyembunyikannya, maka Sesungguhnya ia adalah orang Yang berdosa hatinya. dan (ingatlah), Allah sentiasa mengetahui akan apa Yang kamu kerjakan.

Surat al-anfal ayat 56
            
56. (Iaitu) orang-orang Yang Engkau telah mengikat perjanjian setia Dengan mereka, kemudian mereka mencabuli perjanjian setianya pada tiap-tiap kali, sedang mereka tidak mahu memelihara dirinya (dari keaiban mencabuli perjanjian itu).

Surat al-anfal ayat 58
•          •     
58. Dan jika Engkau mengetahui adanya perbuatan khianat dari sesuatu kaum (yang mengikat perjanjian setia denganmu) maka campakkanlah (perjanjian itu) kepada mereka Dengan cara terus terang dan adil. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang Yang khianat.

Ayat hukum tentang ekonomi dan keuangan
Surat al-baqarah ayat 275
                      •                       •     
275. Orang-orang Yang memakan (mengambil) riba itu tidak dapat berdiri betul melainkan seperti berdirinya orang Yang dirasuk Syaitan Dengan terhuyung-hayang kerana sentuhan (Syaitan) itu. Yang demikian ialah disebabkan mereka mengatakan: "Bahawa Sesungguhnya berniaga itu sama sahaja seperti riba". padahal Allah telah menghalalkan berjual-beli (berniaga) dan mengharamkan riba. oleh itu sesiapa Yang telah sampai kepadanya peringatan (larangan) dari Tuhannya lalu ia berhenti (dari mengambil riba), maka apa Yang telah diambilnya dahulu (sebelum pengharaman itu) adalah menjadi haknya, dan perkaranya terserahlah kepada Allah. dan sesiapa Yang mengulangi lagi (perbuatan mengambil riba itu) maka itulah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.

Surat al-baqarah ayat 282
                                           •       •                      •                 •  •                                           •          
282. Wahai orang-orang Yang beriman! apabila kamu menjalankan sesuatu urusan Dengan hutang piutang Yang diberi tempoh hingga ke suatu masa Yang tertentu maka hendaklah kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya Dengan adil (benar) dan janganlah seseorang penulis enggan menulis sebagaimana Allah telah mengajarkannya. oleh itu, hendaklah ia menulis dan hendaklah orang Yang berhutang itu merencanakan (isi surat hutang itu Dengan jelas). dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangkan sesuatu pun dari hutang itu. kemudian jika orang Yang berhutang itu bodoh atau lemah atau ia sendiri tidak dapat hendak merencanakan (isi itu), maka hendaklah direncanakan oleh walinya Dengan adil benar); dan hendaklah kamu mengadakan dua orang saksi lelaki dari kalangan kamu. kemudian kalau tidak ada saksi dua orang lelaki, maka bolehlah, seorang lelaki dan dua orang perempuan dari orang-orang Yang kamu setujui menjadi saksi, supaya jika Yang seorang lupa dari saksi-saksi perempuan Yang berdua itu maka dapat diingatkan oleh Yang seorang lagi. dan jangan saksi-saksi itu enggan apabila mereka dipanggil menjadi saksi. dan janganlah kamu jemu menulis perkara hutang Yang bertempoh masanya itu, sama ada kecil atau besar jumlahnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih membetulkan (menguatkan) keterangan saksi, dan juga lebih hampir kepada tidak menimbulkan keraguan kamu. kecuali perkara itu mengenai perniagaan tunai Yang kamu edarkan sesama sendiri, maka tiadalah salah jika kamu tidak menulisnya. dan adakanlah saksi apabila kamu berjual-beli. dan janganlah mana-mana jurutulis dan saksi itu disusahkan. dan kalau kamu melakukan (Apa Yang dilarang itu), maka Sesungguhnya Yang demikian adalah perbuatan fasik (derhaka) Yang ada pada kamu. oleh itu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah; dan (ingatlah), Allah (dengan keterangan ini) mengajar kamu; dan Allah sentiasa mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Surat al-baqarah ayat 284
                               
284. Segala Yang ada di langit dan Yang ada di bumi adalah kepunyaan Allah. dan jika kamu melahirkan apa Yang ada di Dalam hati kamu atau kamu memyembunyikannya, nescaya Allah akan menghitung dan menyatakannya kepada kamu. kemudian ia mengampunkan bagi sesiapa Yang dikehendakiNya dan menyeksa sesiapa Yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Surat ali imran ayat 130
         •    
130. Wahai orang-orang Yang beriman! janganlah kamu makan atau mengambil riba Dengan berlipat-lipat ganda, dan hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah supaya kamu berjaya.

Surat an-nisaa ayat 29
                    •     
29. Wahai orang-orang Yang beriman, janganlah kamu makan (gunakan) harta-harta kamu sesama kamu Dengan jalan Yang salah (tipu, judi dan sebagainya), kecuali Dengan jalan perniagaan Yang dilakukan secara suka sama suka di antara kamu, dan janganlah kamu berbunuh-bunuhan sesama sendiri. Sesungguhnya Allah sentiasa Mengasihani kamu.
Surat al-muthaffifin ayat 1-3

       ••      •  
1. Kecelakaan besar bagi orang-orang Yang curang (dalam timbangan dan sukatan),
2. Iaitu mereka Yang apabila menerima sukatan (gantang cupak) dari orang lain mereka mengambilnya Dengan cukup,
3. Dan (sebaliknya) apabila mereka menyukat atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi.

Ayat hukum tentang pidana islam
Surat al-baqarah ayat 178
                                         
178. Wahai orang-orang Yang beriman! Diwajibkan kamu menjalankan hukuman "Qisas" (balasan Yang seimbang) Dalam perkara orang-orang Yang mati dibunuh iaitu: orang merdeka Dengan orang merdeka, dan hamba Dengan hamba, dan perempuan Dengan perempuan. maka sesiapa (pembunuh) Yang dapat sebahagian keampunan dari saudaranya (pihak Yang terbunuh), maka hendaklah orang Yang mengampunkan itu) mengikut cara Yang baik (dalam menuntut ganti nyawa), dan (si pembunuh pula) hendaklah menunaikan bayaran ganti nyawa itu) Dengan sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu serta suatu rahmat kemudahan. sesudah itu sesiapa Yang melampaui batas (untuk membalas dendam pula) maka baginya azab seksa Yang tidak terperi sakitnya.

Surat al-baqarah ayat 179
        
179. Dan di Dalam hukuman Qisas itu ada jaminan hidup bagi kamu, Wahai orang-orang Yang berakal fikiran, supaya kamu bertaqwa.

Surat an-nisaa ayat 92-93
     •      •                                                            •           
92. Dan tidak harus sama sekali bagi seseorang mukmin membunuh seorang mukmin Yang lain, kecuali Dengan tidak sengaja. dan sesiapa Yang membunuh seorang mukmin Dengan tidak sengaja, maka (wajiblah ia membayar kaffarah) Dengan memerdekakan seorang hamba Yang beriman serta membayar "diah" (denda ganti nyawa) Yang diserahkan kepada ahlinya (keluarga si mati), kecuali jika mereka sedekahkan (memaafkannya). tetapi jika ia (yang terbunuh Dengan tidak sengaja) dari kaum (kafir) Yang memusuhi kamu, sedang ia sendiri beriman, maka (wajiblah si pembunuh membayar kaffarah sahaja dengan) memerdekakan seorang hamba Yang beriman. dan jika ia (orang Yang terbunuh Dengan tidak sengaja itu) dari kaum (kafir) Yang ada ikatan perjanjian setia di antara kamu Dengan mereka, maka wajiblah membayar "diah" (denda ganti nyawa) kepada keluarganya serta memerdekakan seorang hamba Yang beriman. Dalam pada itu, sesiapa Yang tidak dapat (mencari hamba Yang akan dimerdekakannya), maka hendaklah ia berpuasa dua bulan berturut-turut; (Hukum Yang tersebut) datangnya dari Allah untuk menerima taubat (membersihkan diri kamu). dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
93. Dan sesiapa Yang membunuh seorang mukmin Dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka jahanam, kekal ia di dalamnya, dan Allah murka kepadaNya, dan melakanatkannya serta menyediakan baginya azab seksa Yang besar.

Surat al-maidah ayat 33
         •                           
33. Hanyasanya balasan orang-orang Yang memerangi Allah dan RasulNya serta melakukan bencana kerosakan di muka bumi ialah Dengan dibalas bunuh (kalau mereka membunuh sahaja Dengan tidak merampas), atau dipalang (kalau mereka membunuh dan merampas), atau dipotong tangan dan kaki mereka bersilang (kalau mereka merampas sahaja), atau dibuang negeri (kalau mereka hanya mengganggu ketenteraman umum). hukuman Yang demikian itu adalah suatu kehinaan di dunia bagi mereka, dan di akhirat kelak mereka beroleh azab seksa Yang amat besar.

Surat al-maidah ayat 38
              
           •    

38. Dan orang lelaki Yang mencuri dan orang perempuan Yang mencuri maka (hukumnya) potonglah tangan mereka sebagai satu balasan Dengan sebab apa Yang mereka telah usahakan, (juga sebagai) suatu hukuman pencegah dari Allah. dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
39. Maka sesiapa Yang bertaubat sesudah ia melakukan kejahatan (curi) itu dan memperbaiki amal usahanya, Sesungguhnya Allah menerima taubatnya; kerana Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Surat an-nuur ayat 2
• •  •                         
2. Perempuan Yang berzina dan lelaki Yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat; dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya Dalam menjalankan hukum ugama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah disaksikan hukuman seksa Yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang Yang beriman.

Surat asy-syura ayat 40
                
40. Dan (jika kamu hendak membalas maka) balasan sesuatu kejahatan ialah kejahatan Yang bersamaan dengannya; Dalam pada itu sesiapa Yang memaafkan (kejahatan orang) dan berbuat baik (kepadanya), maka pahalanya tetap dijamin oleh Allah (dengan diberi balasan Yang sebaik-baiknya). Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang Yang berlaku zalim.

Ayat hukum tentang tata Negara

Surat ali-imran ayat 110
  •  ••                     
110. Kamu (Wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat Yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat Segala perkara Yang baik dan melarang daripada Segala perkara Yang salah (buruk dan keji), serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman). dan kalaulah ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) itu beriman (sebagaimana Yang semestinya), tentulah (iman) itu menjadi baik bagi mereka. (Tetapi) di antara mereka ada Yang beriman dan kebanyakan mereka: orang-orang Yang fasik.

Surat ali-imran ayat 104
  •             
104. Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak Yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat Segala perkara Yang baik, serta melarang daripada Segala Yang salah (buruk dan keji). dan mereka Yang bersifat demikian ialah orang-orang Yang berjaya.

Surat an-nisa ayat 59
                              
59. Wahai orang-orang Yang beriman, Taatlah kamu kepada Allah dan Taatlah kamu kepada Rasulullah dan kepada "Ulil-Amri" (orang-orang Yang berkuasa) dari kalangan kamu. kemudian jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) Dalam sesuatu perkara, maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (Kitab) Allah (Al-Quran) dan (Sunnah) RasulNya - jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok pula kesudahannya.

Surat asy-syura ayat 38
           
38. Dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang Yang menyahut dan menyambut perintah Tuhannya serta mendirikan sembahyang Dengan sempurna; dan urusan mereka dijalankan secara bermesyuarat sesama mereka; dan mereka pula mendermakan sebahagian dari apa Yang Kami beri kepadanya;

Ayat hukum tentang hukum internasional
Surat al-baqarah ayat 190-193
                                               •                     
190. Dan perangilah kerana (menegakkan dan mempertahankan) ugama Allah akan orang-orang Yang memerangi kamu, dan janganlah kamu menceroboh (dengan memulakan peperangan); kerana Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang Yang menceroboh.
191. Dan bunuhlah mereka (musuh Yang memerangi kamu) di mana sahaja kamu dapati mereka, dan usirlah mereka dari tempat Yang mereka telah mengusir kamu; dan (ingatlah Bahawa angkara) fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan dan janganlah kamu memerangi mereka di sekitar Masjid Al-Haraam sehingga mereka memerangi kamu di situ. oleh itu kalau mereka memerangi kamu (di situ), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang Yang kafir.
192. Kemudian jika mereka berhenti memerangi kamu (maka berhentilah kamu); kerana Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
193. Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, dan (sehingga) menjadilah ugama itu semata-mata kerana Allah. kemudian jika mereka berhenti maka tidaklah ada permusuhan lagi melainkan terhadap orang-orang Yang zalim.

Surat al-anfal ayat 39
                 
39. Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, dan (sehingga) menjadilah ugama itu seluruhnya (bebas) bagi Allah semata-mata. kemudian jika mereka berhenti (dari kekufurannya dan gangguannya, nescaya mereka diberikan balasan Yang baik) kerana Sesungguhnya Allah Maha melihat akan apa Yang mereka kerjakan.

Surat al-anfal ayat 41
      •                             
41. Dan ketahuilah, Bahawa apa sahaja Yang kamu dapati sebagai harta rampasan perang, maka Sesungguhnya satu perlimanya (dibahagikan) untuk (jalan) Allah, dan untuk RasulNya, dan untuk kerabat (Rasulullah), dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ibnus-sabil (orang musafir Yang keputusan), jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa Yang telah diturunkan oleh Kami (Allah) kepada hamba Kami (Muhammad) pada "Hari Al-Furqaan", Iaitu hari bertemunya dua angkatan tentera (Islam dan kafir, di medan perang Badar). dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Surat at-taubah ayat 29
                             
29. Perangilah orang-orang Yang tidak beriman kepada Allah dan tidak beriman kepada hari akhirat, dan mereka pula tidak mengharamkan apa Yang telah diharamkan oleh Allah dan RasulNya, dan tidak berugama Dengan ugama Yang benar, Iaitu dari orang-orang Yang diberikan Kitab (kaum Yahudi dan Nasrani), sehingga mereka membayar "Jizyah" Dengan keadaan taat dan merendah diri.

Surat al-hajj ayat 39-40
      •                     ••                       
39. Diizinkan berperang bagi orang-orang (Islam) Yang diperangi (oleh golongan penceroboh), kerana Sesungguhnya mereka telah dianiaya; dan Sesungguhnya Allah amat berkuasa untuk menolong mereka (mencapai kemenangan).
40. Iaitu mereka Yang diusir dari kampung halamannya Dengan tidak berdasarkan sebarang alasan Yang benar, (Mereka diusir) semata-mata kerana mereka berkata: "Tuhan Kami ialah Allah". dan kalaulah Allah tidak mendorong setengah manusia menentang pencerobohan setengahnya Yang lain, nescaya runtuhlah tempat-tempat pertapaan serta gereja-gereja (kaum Nasrani), dan tempat-tempat sembahyang (kaum Yahudi), dan juga masjid-masjid (orang Islam) Yang sentiasa disebut nama Allah banyak-banyak padanya dan Sesungguhnya Allah akan menolong sesiapa Yang menolong ugamanya (ugama Islam); Sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa; -


Ayat hukum tentang hukum acara dan peradilan
Surat al-baqarah ayat 282
                                           •       •                      •                 •  •                                           •          
282. Wahai orang-orang Yang beriman! apabila kamu menjalankan sesuatu urusan Dengan hutang piutang Yang diberi tempoh hingga ke suatu masa Yang tertentu maka hendaklah kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya Dengan adil (benar) dan janganlah seseorang penulis enggan menulis sebagaimana Allah telah mengajarkannya. oleh itu, hendaklah ia menulis dan hendaklah orang Yang berhutang itu merencanakan (isi surat hutang itu Dengan jelas). dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangkan sesuatu pun dari hutang itu. kemudian jika orang Yang berhutang itu bodoh atau lemah atau ia sendiri tidak dapat hendak merencanakan (isi itu), maka hendaklah direncanakan oleh walinya Dengan adil benar); dan hendaklah kamu mengadakan dua orang saksi lelaki dari kalangan kamu. kemudian kalau tidak ada saksi dua orang lelaki, maka bolehlah, seorang lelaki dan dua orang perempuan dari orang-orang Yang kamu setujui menjadi saksi, supaya jika Yang seorang lupa dari saksi-saksi perempuan Yang berdua itu maka dapat diingatkan oleh Yang seorang lagi. dan jangan saksi-saksi itu enggan apabila mereka dipanggil menjadi saksi. dan janganlah kamu jemu menulis perkara hutang Yang bertempoh masanya itu, sama ada kecil atau besar jumlahnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih membetulkan (menguatkan) keterangan saksi, dan juga lebih hampir kepada tidak menimbulkan keraguan kamu. kecuali perkara itu mengenai perniagaan tunai Yang kamu edarkan sesama sendiri, maka tiadalah salah jika kamu tidak menulisnya. dan adakanlah saksi apabila kamu berjual-beli. dan janganlah mana-mana jurutulis dan saksi itu disusahkan. dan kalau kamu melakukan (Apa Yang dilarang itu), maka Sesungguhnya Yang demikian adalah perbuatan fasik (derhaka) Yang ada pada kamu. oleh itu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah; dan (ingatlah), Allah (dengan keterangan ini) mengajar kamu; dan Allah sentiasa mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Surat an-nisa ayat 65
                   
65. Maka Demi Tuhanmu (Wahai Muhammad)! mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan Engkau hakim Dalam mana-mana perselisihan Yang timbul di antara mereka, kemudian mereka pula tidak merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa Yang telah Engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu Dengan sepenuhnya.

Surat an-nisa ayat 105
       ••         
105. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu (Wahai Muhammad) Kitab (Al-Quran) Dengan membawa kebenaran, supaya Engkau menghukum di antara manusia menurut apa Yang Allah telah tunjukkan kepadamu (melalui wahyuNya); dan janganlah Engkau menjadi Pembela bagi orang-orang Yang khianat.

Surat al-maidah ayat 8
          •            •        
8. Wahai orang-orang Yang beriman, hendaklah kamu semua sentiasa menjadi orang-orang Yang menegakkan keadilan kerana Allah, lagi menerangkan kebenaran; dan jangan sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum itu mendorong kamu kepada tidak melakukan keadilan. hendaklah kamu berlaku adil (kepada sesiapa jua) kerana sikap adil itu lebih hampir kepada taqwa. dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui Dengan mendalam akan apa Yang kamu lakukan.

Sura shaad ayat 26
        ••          •             
26. Wahai Daud, Sesungguhnya Kami telah menjadikanmu khalifah di bumi, maka jalankanlah hukum di antara manusia Dengan (Hukum syariat) Yang benar (yang diwahyukan kepadamu); dan janganlah Engkau menurut hawa nafsu, kerana Yang demikian itu akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang Yang sesat dari jalan Allah, akan beroleh azab Yang berat pada hari hitungan amal, disebabkan mereka melupakan (jalan Allah) itu.